IDI Ogah Kampanye Bareng Yayasan Bentukan Industri Rokok

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 22 November 2019 13:02 WIB
    IDI Ogah Kampanye Bareng Yayasan Bentukan Industri Rokok
    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kiri) dan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih (kanan). Foto: ANT/Aprilio
    Jakarta: Ikatan Dokter Indonesia tak mau bekerja sama dengan yayasan yang mengampanyekan dunia bebas asap rokok yang dibentuk industri rokok multinasional. Bukan tanpa sebab, IDI menilai ada maksud tertentu dari kampanye tersebut.

    Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih mengatakan keputusan ini diambil setelah diskusi dengan anggota. Ia mengatakan dokter harus mengetahui ancaman-ancaman lain dari industri yang membahayakan kesehatan.

    "Dunia bebas asap rokok atau smoke free world yang dikampanyekan yayasan bentukan industri rokok multinasional itu disinyalir merupakan strategi bisnis dengan menggunakan istilah bebas rokok atau smoke free yang sudah digunakan lebih dulu oleh kalangan kesehatan," terang Daeng dikutip dari Antara, Jakarta, Kamis 21 November 2019.

    Kalangan kesehatan menduga industri rokok multinasional berupaya mengelabui masyarakat untuk memasarkan produk tembakau baru. Seperti rokok elektronik atau tembakau yang dipanaskan.  

    Bahkan, yayasan tersebut disinyalir sudah masuk ke Indonesia dan mulai mendekati serta membujuk lembaga-lembaga riset dan akademisi. Tujuannya, untuk meneliti dan mendukung bisnis baru tersebut.  

    "Rokok biasa dan rokok elektronik sama berbahayanya dan sama-sama menyebabkan kecanduan. Bahkan, bisa menyebabkan kecanduan ganda, yaitu kecanduan rokok biasa dan rokok elektronik," jelasnya.

    Ia berharap praktisi kesehatan di Indonesia cukup terinformasi dan mewaspadai strategi yang dilakukan industri rokok multinasional tersebut.



    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id