Untung Rugi Tertidur dengan Televisi Menyala

    Anda Nurlaila - 03 Juli 2019 12:50 WIB
    Untung Rugi Tertidur dengan Televisi Menyala
    Ilustrasi--Pexels
    Sebagian orang kerap tertidur dengan tevelisi yang masih menyala. Sejumlah dampak positif dan negatif yang muncul dari kebiasaan tersebut.


    Jakarta: Berbaring di sofa atau di tempat tidur sambil menonton televisi bagi sebagian orang efektif membuat mengantuk dan tertidur. Ini tentu menimbulkan pertanyaan bahaya apa yang mengintai di balik kebiasaan ini.

    Sebuah studi baru yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine menemukan tidur dengan televisi menyala mungkin menjadi faktor risiko kenaikan berat badan, kelebihan berat badan, dan obesitas. Para penulis laporan tersebut menganalisis data dari lebih dari 43.000 wanita. Mereka mengatakan bahwa mengurangi paparan sinar biru buatan pada malam hari dapat menjadi intervensi yang bermanfaat untuk pencegahan obesitas.

    Seperti dimuat Health, tidur dengan televisi menyala membuat tubuh terkena cahaya biru yang menurunkan kadar melatonin. Kendati demikian, sebagian orang justru menggunakan televisi seperti obat penenang yang membantu untuk tidur.

    Ada beberapa manfaat dan bahaya pada kebiasaan tidur dengan televisi.

    Sejumlah studi ilmiah yang ada sejauh ini menemukan hasil berbeda. Satu studi dalam jurnal Behavioral Sleep Medicine menemukan bahwa menggunakan media apa pun sebagai bantuan tidur mengurangi kualitas tidur, sementara yang lain menggunakan internet terkait dengan kualitas tidur yang lebih buruk, tetapi bukan televisi.

    "Menurut saya, tertidur di depan televisi mempromosikan tidur yang buruk. Namun ada argumen tidur bermanfaat positif seperti menurunkan aktivitas berpikir yang membuat seseorang terjaga," kata Chris Brantner, pelatih tidur di SleepZoo.com.

    Suara dan kebisingan membantu tertidur lebih cepat

    Volume televisi cukup untuk meredakan pikiran, kemungkinan memberi efek seperti mesin white noise. Kebisingan yang ada di sekitar juga membantu mengurangi waktu diperlukan untuk tertidur atau onset. Selain itu, acara televisi ringan yang telah ditonton beberapa kali memberi kenyamanan dan keakraban, sehingga tubuh lebih mudah rileks.
     
    Dapat mengacaukan kualitas tidur

    Tertidur dengan televisi menyala berarti tubuh terpapar cahaya biru elektronik. Ini dapat mengacaukan kualitas tidur Anda dengan menekan produksi melatonin. Hormon melatonin mengendalikan siklus tidur dan bangun. Selain itu cahaya biru dapat memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk tertidur.

    Menyiasati kebiasaan menonton televisi untuk mengurangi efek negatif

    Menonton televisi berbeda dengan tablet atau ponsel yang tepat berada di depan wajah sehingga sebenarnya dapat mengurangi cahaya biru. Bila sulit menghindari kebiasaan ini, siasati agar efek negatif televisi berkurang. Caranya, atur agar televisi mati secara otomatis pada waktu tertentu saat Anda telah tertidur.

    Televisi sebagai bantuan tidur mungkin bukan cara terbaik memeroleh kualitas tidur. Tetapi bisa menjadi alternatif dibandingkan kurang tidur atau tidak tidur sama sekali.
    “Kegelisahan dan ketidakmampuan menenangkan pikiran adalah salah satu alasan utama orang kesulitan tidur. Masuk akal jika televisi membantu menenangkan dan digunakan sebagai alat bantuan tidur," kata Brantner.


     



    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id