Tantangan Pemberian Obat Penambah Darah untuk Ibu Hamil

    Sunnaholomi Halakrispen - 15 Januari 2020 13:10 WIB
    Tantangan Pemberian Obat Penambah Darah untuk Ibu Hamil
    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengimbau para ibu hamil mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengimbau para ibu hamil mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). Imbauan tersebut bertujuan meningkatkan kesehatan ibu dan si calon buah hati yang tengah dikandungnya.

    Program yang disebut MITRA (Micronutrient Supplementation for Reducing Mortality and Morbidity (MITRA) yang sudah berlangsung sejak 2015. Penerapannya di sejumlah wilayah di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT). 

    Namun, terdapat kendala atau tantangan yang dihadapi pemerintah dalam mewujudkan hal itu. Ia menekankan, di tingkat Kabupaten orangnya berbeda-beda dalam hal pelayanan kesehatan.

    "Program gizi sendiri kefarmasian, kemudian untuk pelayanan ada bidangnya sendiri, bagaimana puskesmas bisa berjalan pelayanannya," ujar dr. Kirana Pritasari, MQIH selaku Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan di Ruang Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020.

    Kemudian, terkadang mereka pragmented sendiri-sendiri. Solusinya, diperkuat sistemnya sehingga intervensi mikronya bisa diperkuat dan dapat sampai ke masyarakat.

    "Obatnya bisa dibeli tapi kalau pelayananya tidak jalan, bidannya tidak memberikan konseling, tenaga gizinya tidak memberikan konseling, maka obat ini tidak diminum," paparnya.

    Ia menjelaskan, dalam mengonsumsi TTD paling sedikit minum 90 tablet obat. Hal tersebut harus dipahami dengan baik oleh petugas pelayan kesehatan, demikian para ibu hamil. Maka para petugas diimbau dapat mengingatkan ibu hamil untuk rutin minum TTD.

    "Karena kondisi anemia tidak dirasakan ibu hamil, dia tidak tahu dia merasakan enemia. Sebenarnya dalam standar pelayanan ibu hamil itu sudah ada, dia kalau tahu Hb-nya kurang dari 11, dia harus konsumsi makanan gizi seimbang sesuai kebutuhan ibu hamil," paparnya.

    Selain mengonsumsi makanan gizi seimbang, penting juga untuk patuh minum obat. Selanjutnya, mengikuti pemeriksaan secara rutin. 

    Ini yang diperbaiki kenapa tidak patuh, dalam project ini diberikan alat bantu untuk memonitor dia minum obatnya, informasi harus diketahui dan juga keluarganya ikut mengingatkan dan mendampingi," pungkasnya.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id