Risiko Terburuk dari Sakit Mag

    Sunnaholomi Halakrispen - 01 Februari 2019 14:39 WIB
    Risiko Terburuk dari Sakit Mag
    Sakit mag atau sakit lambung akan terus menyiksa jika tidak diobati. (Foto: Pixabay.com)



    Jakarta: Sakit mag atau sakit lambung akan terus menyiksa jika tidak diobati. Apabila dibiarkan, tidak menutup kemungkinan akan ada luka pada dinding mag atau terjadi iritasi.

    "Kalau lukanya masih dangkal mungkin tidak terlihat bahayanya tapi kalau lukanya dalam akan terjadi perdarahan. Kalau lebih dalam lagi, bisa perforasi atau timbul lubang pada mag, dengan kata lain mag bocor," ujar dr. Edwin Jim, SpPD-KPTI selaku dokter Spesialis Penyakit Dalam sub-spesialis Penyakit Tropik-Infeksi dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta kepada Medcom.id.

     



    Jika bocor, akan terjadi infeksi berat. Tidak mudah mengobatinya dengan obat. Anda bisa saja menahannya dengan mengonsumsi obat untuk menetralisir asam lambung dan melapisi dinding lambung yang terinfeksi. 

    Dokter Spesialis Penyakit Dalam berusia 38 tahun itu menekankan, solusi terbaik pada kondisi ini ialah dengan melakukan operasi. Sementara itu, sakit mag dan infeksi pencernaan bukanlah hal yang sama. 

    Untuk mengetahui infeksi pencernaan dapat dilihat dari gejala yang timbul, di antaranya, kembung, mual, demam, dan diare. Lakukan juga pemeriksaan darah di laboratorium, apakah ada tanda-tanda infeksi tersebut.

    Risiko Terburuk dari Sakit Mag
    (Sakit mag atau sakit lambung akan terus menyiksa jika tidak diobati. Apabila dibiarkan, tidak menutup kemungkinan akan ada luka pada dinding mag atau terjadi iritasi. Foto: Rawpixel/Unsplash.com)

    (Baca juga: Merokok Memicu Rusaknya Dinding Lambung)

    Sakit mag yang kian parah akan menakutkan bagi siapa pun. Namun, jangan khawatir Anda dapat menghindarinya dengan beberapa langkah.

    "Tolong perbaiki pola makan. Tapi kalau tidak bisa diperbaiki ya harus diperiksa oleh dokter, karena kita tidak tahu apakah ada infeksi atau ada apa saja di dalam tubuh kita jika tanpa diperiksa," tutur dr. Edwin.

    Pemeriksaan oleh dokter spesialis juga perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab pastinya. Apakah penyebab mag itu karena infeksi atau bukan. Hal itu untuk menentukan penanganan yang tepat.

    Kemudian, jagalah pola pikir Anda agar tidak stres. Jika Anda hanya melakukan pola makan dengan tepat namun tidak menjaga ketenangan pikiran, tetap akan berisiko terkena sakit mag.

    "Makan oke tapi beban kerja banyak dan banyak pikiran dari kantor atau rumah tangga, bisa muncul mag karena asam lambung naik. Maka harus sinkron dua-duanya, pola makan dan pikiran yang dijaga," pungkasnya.




    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id