KLB DBD di Sika, Kemenkes Ingatkan Waspada

    Sunnaholomi Halakrispen - 16 Februari 2020 00:00 WIB
    KLB DBD di Sika, Kemenkes Ingatkan Waspada
    Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. (Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
    Jakarta: Demam Berdarah Dengue (DBD) telah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Lantaran DBD bisa mewabah di mana saja, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau agar masyarakat tetap waspada.

    "Harus tetap ada kewaspadaan karena demam berdarah sangat tergantung dengan musim kita melihat saat ini beberapa daerah hujan dan besoknya sangat panas," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan.

    Ia menekankan agar terus dilakukannya pemberantasan sarang nyamuk. Tentunya, hal ini harus tetap diingatkan supaya menjadi perhatian seluruh pihak. Terlebih, untuk masyarakat yang berada di daerah rentan.

    "Yang selalu terjadi peningkatan kasus adalah Jakarta dan Jawa timur. Tapi tahun ini Jakarta Timur sudah berhasil menekan angka kesakitan dan kematian tapi tetap daerah kewaspadaan untuk kita," paparnya.

    Sementara itu, kata dr. Nadia, telah dilakukannya sosialisasi dengan tenaga kesehatan di daerah melalui dinas kesehatan. Tepatnya, pada Bulan Oktober 2019 telah ada surat edaran dari para petinggi negeri, salah satunya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

    "Serta surat kepada Kemendagri (Kementerian dalam Negeri) untuk mengingatkan bupati, gubernur, walikota, mengaktifkan satu rumah satu jumantik, melakukan membersihkan sarang nyamuk. Kalau perlu melakukan larvadisa massal," jelasnya.

    Penyebaran DBD bisa terjadi di mana saja. Penyebabnya, karena pembuangan sampah yang tidak terlalu baik dan pengaruh dari kondisi penampungan air.

    Perhatikan juga, ketika penampungan air sudah sedikit terlihat ada jentik nyamuk dan halaman belakang rumah. Apakah halaman luar itu masih terdapat banyak botol berserakan, bekas tempat minuman air, atau ada sumur yang terbuka.

    "Kalau dahulu nyamuk DBD rata-rata ada di dalam rumah, sekarang nyamuk demam berdarah juga sudah sampai di luar rumah. Suatu kewaspdaan memerhatikan lingkungan sekitar," tutur dr. Nadia.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id