Kemenparekraf Ajak Pelaku Ekonomi Kreatif Produksi Masker Kain

    Sunnaholomi Halakrispen - 03 April 2020 09:04 WIB
    Kemenparekraf Ajak Pelaku Ekonomi Kreatif Produksi Masker Kain
    Proses pembuatan masker kain, (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Masker sekali pakai semakin sulit ditemui di pasaran dengan harga normal. Solusi dalam menghadapi covid-19 (new coronavirus), ialah menggunakan masker kain yang bisa dipakai berkali-kali.

    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak para pelaku ekonomi kreatif khususnya desainer lokal melakukan satu tindakan. Yakni, berpartisipasi dalam Gerakan Masker Kain yang bertekad memproduksi 100.000 masker kain yang akan dibagikan kepada masyarakat untuk menekan penyebaran covid-19 di Indonesia.

    Gerakan tersebut terbuka bagi para pelaku atau desainer lokal subsektor fesyen di Indonesia. Mereka bisa mendaftar untuk turut serta dalam gerakan tersebut mulai 1 hingga 5 April 2020 dengan mengisi formulir melalui tautan bit.ly/GerakanMaskerKain yang ada di kanal media sosial Kemenparekraf.

    “Gerakan Masker Kain bertekad bisa memproduksi total 100.000 masker kain yang akan didistribusikan kepada pekerja pariwisata (PHRI), pekerja kreatif (asosiasi kreatif), pekerja publik (Transjakarta, MRT, Pertamina, dan sebagainya) serta pekerja sektor lainnya yang diusulkan,” tutur Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekaf Josua Puji Mulia Simanjuntak.

    Selain itu, gerakan ini bertujuan untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat agar tetap menjaga kesehatan di tengah pandemi covid-19. Penggunaan masker kain pun dianggap cukup memadai bagi mereka yang sehat. 
    Kemenparekraf Ajak Pelaku Ekonomi Kreatif Produksi Masker Kain
    Foto: istimewa (Biro Komunikasi Kemenparekraf RI)

    Maka dengan semakin banyaknya masyarakat menggunakan masker kain, supplay masker medis akan lebih mudah didapatkan oleh mereka yang lebih membutuhkan. Termasuk bagi tenaga medis, pasien ODP, PDP, dan positif covid-19.

    “Masker yang terbuat dari kain ini telah diteliti cukup untuk meminimalisasi kontak langsung dengan debu, virus, dan droplets di luar rumah jika memang tidak dapat melakukan Work From Home dan harus berinteraksi dengan banyak orang,” imbuhnya.

    Selain itu, upaya tersebut diharapkan bisa membantu menggiatkan atau menggerakkan usaha para desainer lokal dari sektor fesyen Indonesia yang ikut terdampak dari wabah covid-19. Sehingga, mereka tetap dapat terus bertahan hidup.

    “Selain juga memanfaatkan sisa bahan kain dari produksi garmen untuk mengurangi sampah industri fesyen sehingga bisa menerapkan zero waste,” pungkasnya.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id