Memahami Gejala, Penyebab, dan Perawatan Hamil Anggur

    Anda Nurlaila - 12 Februari 2020 12:33 WIB
    Memahami Gejala, Penyebab, dan Perawatan Hamil Anggur
    Dukungan dari teman, anggota keluarga, dan wanita lain yang pernah mengalami hamil anggur sangat penting. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Kehamilan mengundang banyak topik pembicaraan seperti ketidaksuburan, keguguran, hingga komplikasi berisiko tinggi. Kendati begitu, ada satu topik penting yang tidak menjadi pusat perhatian: kehamilan mola atau dikenal dengan "hamil anggur".

    Juga disebut mola hidatidosa (HM), kehamilan mola atau hamil anggur dalam perpustakaan kedokteran AS adalah massa langka yang tumbuh di dalam rahim pada awal kehamilan. Ini akhirnya menghasilkan kehamilan yang tidak mungkin. Peluang terjadinya kehamilan mola adalah 1 dalam 1.000 wanita.

    Apa itu hamil anggur atau molar pregnancy?

    Seperti dimuat dalam Parents, obgyn atau dokter spesialis kehamilan di The Cleveland Clinic Roberto Vargas menjelaskan hamil anggur adalah kehamilan abnormal yang tidak akan berkembang seperti kehamilan normal. Ada dua bentuk hamil anggur, yakni kehamilan mola parsial dan kehamilan mola lengkap.

    Kehamilan mola parsial terjadi ketika sperma membelah sedikit terlalu dini selama proses pembuahan. Saat itu terjadi triploid, yang berarti ada 69 kromosom daripada 46 kromosom dalam embrio normal.

    "Ini adalah hasil dari sperma dengan 46 kromosom atau dua sperma, yang tidak kompatibel dengan kehidupan," jelas Spesialis kedokteran logam di NYU Langone Daniel Roshan. Pada kehamilan mola parsial, terdapat plasenta abnormal dan sedikit perkembangan janin.

    Kehamilan mola lengkap terjadi ketika ada plasenta abnormal dan tidak ada janin. "Ini terjadi ketika telur tidak membawa bahan genetik dan dua sperma membuahi satu sel telur," jelas Dr Roshan.

    Dalam kasus hamil anggur, USG mungkin tidak menunjukkan embrio sama sekali selain bentuk anggur yang menutupi rahim. "Pada kehamilan mola parsial, ada bagian janin yang terlihat," kata Vargas.

    Pada sekitar 15 hingga 20 persen kehamilan mola komplit dan hingga 5 persen kehamilan mola parsial, massa kehamilan mola dapat menyebar ke jaringan terdekat (yang disebut mola invasif). Dalam kasus yang lebih jarang, ini bisa menjadi tumor kanker yang disebut koriokarsinoma.

    Hamil anggur bersifat acak dan biasanya terjadi pada usia lebih muda dari 18 tahun atau lebih tua dari 45 tahun. "Tetapi dapat juga terjadi pada wanita dari segala usia," kata Dr Vargas.

    Memahami Gejala, Penyebab, dan Perawatan Hamil Anggur
    (Jika hamil anggur tidak terdeteksi dini, ibu mungkin mengalami mual parah, muntah, memiliki masalah dengan tekanan darah tinggi, atau memiliki kehamilan yang terlihat lebih besar daripada perkiraan usia kehamilan mereka. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

    Gejala hamil anggur

    Gejala paling umum yang terkait dengan hamil anggur adalah pendarahan di awal kehamilan, kata Dr Vargas, yang mencatat bahwa hal itu kemudian dikuatkan oleh USG abnormal. Tentu saja tidak semua wanita mengalami pendarahan.

    Jika hamil anggur tidak terdeteksi dini, ibu mungkin mengalami mual parah, muntah, memiliki masalah dengan tekanan darah tinggi, atau memiliki kehamilan yang terlihat lebih besar daripada perkiraan usia kehamilan mereka.

    Kehamilan ini sering meningkatkan kadar human chorionic gonadotropin (hCG) menjadi sangat tinggi. Pada usia kehamilan awal kadar hCG terdeteksi sama seperti kandungan berisi 5-6 bayi.

    Perawatan hamil anggur

    Diagnosis dan perawatan hamil anggur adalah dilatasi dan kuretase (D&C), prosedur bedah yang mengangkat jaringan dari dalam rahim Anda. Setelah bedah, dokter akan memantau kadar hCG Anda hingga turun kembali ke nol.

    Kadar hCG yang meningkat atau tetap tinggi dapat menandakan pertumbuhan kembali jaringan dan potensi risiko kanker.

    Konsepsi setelah hamil anggur

    Pada wanita yang berusia lebih muda dari 35 tahun, dokter menyarankan untuk menunggu selama setahun setelah kadar hormon kembali normal untuk mencoba hamil kembali.

    Sementara pada wanita berusia lebih dari 35 tahun perlu menunggu setidaknya enam bulan untuk hamil sehingga dokter dapat memastikan bahwa molar kehamilan hilang.

    "Sangat penting pada wanita yang pernah mengalami hamil anggur untuk hamil dengan normal pada kehamilan berikutnya," kata Dr Vargas. Meskipun risiko kehamilan molar berulang meningkat dari 1 persen menjadi 2 persen, risikonya terbilang  masih kecil.

    "Secara keseluruhan, ada kemungkinan sangat tinggi untuk memiliki kehamilan normal setelah kehamilan mola," kata Dr Vargas.

    Dukungan dan kesadaran akan hamil anggur

    Dukungan dari teman, anggota keluarga, dan wanita lain yang pernah mengalaminya sering kali penting bagi wanita dengan hamil anggur.

    "Berbagi pengalaman dengan keluarga lain dapat memberi tingkat kenyamanan yang melegakan," ungkap salah satu wanita yang pernah mengalami hamil anggur.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id