Hasil Tes Negatif, Belum Tentu Bebas dari Covid-19

    Sunnaholomi Halakrispen - 22 Maret 2020 14:47 WIB
    Hasil Tes Negatif, Belum Tentu Bebas dari Covid-19
    Tahapan pemeriksaan rapid test dijalankan tidak hanya satu kali. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Rapid test untuk pemeriksaan virus korona covid-19 (new coronavirus) telah didatangkan ke Indonesia dan telah diterapkan di sebagian lokasi di Jakarta Selatan. Meski rapid test telah ada di Indonesia, masyarakat diimbau agar tidak berpatokan pada hasil pemeriksaan dengan rapid test tersebut.

    "Bisa saja pada pemeriksaan ini didapatkan hasil negatif pada orang yang terinfeksi oleh virus ini. Tetapi respons serologi atau imunitasnya belum muncul," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di BNPB, Jakarta, Sabtu, 21 Maret 2020.

    Hal tersebut, kata Yuri, sering terjadi pada infeksi yang masih berada di bawah enam hari atau tujuh hari. Maka demikian, hasilnya pasti akan negatif.

    Ia menekankan bahwa pemeriksaan dengan rapid test tidak bisa menentukan dengan pasti tentang siapa pasien yang positif covid-19 maupun yang negatif. Sementara tahapan pemeriksaan yang akan dijalankan tidak hanya satu kali.

    Setelah pemeriksaan awal, selang enam atau tujuh hari kemudian pasien akan menjalani pemeriksaan kedua. Selama durasi tersebut, pasien pun harus menerapkan social distancing layaknya imbauan yang telah disampaikan Presiden Joko Widodo.

    Meskipun hasil pemeriksaan awal dinyatakan negatif, masyarakat diimbau untuk tidak menyimpulkan dirinya sehat dan bepergian ke luar rumah dengan bebas. Social distancing harus dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran covid-19 lebih luas.

    "Harus melakukan pembatasan, mengatur jarak dalam konteks berkomunikasi secara sosial. Pahami betul hasil negatif tidak memberikan garansi bahwa tidak sedang terinfeksi covid-19,” sambungnya.

    Terkait pemeriksaan covid-19 menggunakan rapid test, setidaknya sebanyak satu juta rapid test telah disiapkan. Selain itu, tersedia sebanyak 150 ribu reagen untuk pemeriksaan sampel yang nantinya didistribusikan ke seluruh wilayah di Indonesia sesuai dengan kondisi kasus yang tepat.

    Pemerintah pun telah melakukannya di sejumlah daerah dan akan dilanjutkan hingga ke seluruh Indonesia. Fokusnya, pada orang-orang yang memiliki potensi positif covid-19 dengan faktor risiko yang dimiliki.






    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id