Cara Mencegah Terjadinya Penyakit Demensia Alzheimer

    Raka Lestari - 15 September 2020 10:06 WIB
    Cara Mencegah Terjadinya Penyakit Demensia Alzheimer
    Meskipun pada umumnya penyakit Alzheimer ini dialami oleh orang tua, saat ini anak muda juga bisa saja mengalami anak muda. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Masyarakat sering menyebut kondisi Alzheimer sebagai pikun. Pikun seringkali dialami oleh lansia, sehingga Alzheimer seringkali tidak terdeteksi, padahal gejalanya dapat dialami sejak usia muda (early on-set demensia).

    Deteksi dini membantu penderita dan keluarganya untuk dapat menghadapi dampak penurunan fungsi kognitif dan pengaruh psiko-sosial dari penyakit ini dengan lebih baik. Selain deteksi dini, penting juga untuk mencegah terjadinya penyakit Alzheimer.

    “Meskipun pada umumnya penyakit Alzheimer ini dialami oleh orang tua, saat ini anak muda juga bisa saja mengalami anak muda. Gaya hidup, terutama gaya hidup sedenter ditambah dengan olahraga yang kurang bisa meningkatkan risiko terkena Alzheimer,” ujar Ketua Studi Neurobehavior PERDOSSI, dr. Astuti, Sp.S(K), dalam acara Digital Media Briefing “Pikun Bukan Hal Normal, Kenali Gejala dan Segera Obati,” Senin, 14 September 2020.

    Menurut dr. Astuti, untuk mencegah terjadinya Alzheimer yang terpenting adalah dengan melakukan gaya hidup yang sehat. “Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga harus tetap dijaga. Hindari hal-hal yang bisa menimbulkan stres,” tambahnya.

    “Kemudian harus juga memerhatikan dengan betul nutrisi makanan yang dikonsumsi. Kalau sudah ada faktor risiko, seperti misalnya ada keluarga yang memang mengalami Alzheimer maka harus meningkatkan kewaspadaan,” ujar dr. Astuti.

    Selain itu, menurut dr. Astuti juga jangan lupa untuk selalu melakukan pemeriksaan ke dokter dan melakukan evaluasi untuk mengetahui apakah kita tergolong berisiko Alzheimer atau tidak. “Kalau yang sudah menderita penyakit penyerta seprti hipertensi, diabetes, jantung, yang terpenting adalah agar kondisinya selalu terkontrol,” katanya.

    “Kalau seseorang terkena diabetes, dia bisa juga terkena Alzheimer. Dan jika kondisi diabetesnya tersebut terkontrol, maka dia bisa saja tidak terkena Alzheimer dan bahkan hidup seperti orang normal pada umumnya,” tambah dr. Astuti.

    Selain itu, dr. Astuti juga menyarankan untuk melakukan hobi yang disukai, atau melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kesenian atau kegiatan sosial. Melakukan pendalaman spiritual, seperti ikut pengajian, pergi ke gereja, dan lain sebagainya juga menurut dr. Astuti bisa membantu mencegah terjadinya Alzheimer.



    (YDH)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id