Menggunakan Pesawat, Evakuasi WNI di Diamond Princess Diperketat

    Sunnaholomi Halakrispen - 27 Februari 2020 17:36 WIB
    Menggunakan Pesawat, Evakuasi WNI di Diamond Princess Diperketat
    Kapal Pesiar Diamond Princess (Foto: AFP/Kazuhiro Nogi)
    Jakarta: Pemerintah Indonesia akan mengevakuasi WNI (Warga Negara Indonesia) yang berada di kapal Diamond Princess. Arahan Presiden Joko Widodo tersebut ditujukan kepada 68 ABK (anak buah kapal) Diamond Princess yang nantinya akan dilakukan dengan proses yang ketat.

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan, proses evakuasi akan dilakukan menggunakan pesawat. Ia menekankan, yang paling penting, dalam pelaksanaannya pemerintah akan memberlakukan protokol kesehatan secara ketat.

    "Ini akan kita perlakukan secara ketat. Namun sesuai dengan standar, meskipun mereka-mereka ini sudah mengikuti pemeriksaan dari yang memiliki wewenang yaitu Jepang, tapi nanti mereka juga akan tetap diperiksa kembali setelah mereka berada di Indonesia," ujar Menko PMK usai memimpin Rapat Tingkat Menteri Terkait Evakuasi WNI ABK Diamond Princess di Kantor Kemenko PMK, Jakarta.

    Maka demikian, mereka akan tetap menjalani pemeriksaan PCR. Muhadjir pun memastikan bahwa evakuasi akan dilakukan setelah Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan Pemerintah Jepang.
    Tempat evakuasi dan observasi sudah ditetapkan, yaitu di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu.

    "Nanti akan diatur sedemikian rupa dan itu menjadi domain atau tanggung jawab dari Kementerian Kesehatan. Pak Menkes (Terawan Agus Putranto) nanti," tuturnya.

    Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi turut mengungkapkan, pada mulanya terdapat 78 WNI ABK di Diamond Princess. Sebanyak sembilan dari mereka sempat didiagnosis positif, namun kemudian satu dari mereka telah kembali dinyatakan sehat dan terbebas dari virus corona COVID-19.

    Lantaran demikian, dari total 78 WNI dikurangi delapan orang, dan kini tersisa 70 orang ABK yang diizinkan evakuasi ke Indonesia. Sementara itu, berdasarkan informasi dari perusahaan, dua di antaranya memilih untuk tetap tinggal dan tidak mau dievakuasi.

    "Sekali lagi evakuasi ini sifatnya sukarela, sehingga kalau ada warga negara kita yang menyatakan atau memutuskan untuk tinggal, maka kita tidak bisa memaksa," jelasnya.

    Menlu menekankan bahwa jumlah 68 orang yang akan dievakuasi masih mungkin akan berubah, sampai saatnya nanti proses evakuasi dilakukan. Sebab, banyak hal yang akan dipertimbangkan seiring perkembangan, terutama terkait kondisi kesehatan ABK.

    Persiapan dalam rangka mengevaluasi WNI yang merupakan ABK di kapal World Dream masih dirancang Pemerintah Indonesia. Rencananya, mereka akan tiba di Pulau Sebaru Kecil pada Jumat, 28 Februari 2020 untuk menjalankan observasi.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id