Membedakan Serangan Jantung dan Serangan Kecemasan?

    Kumara Anggita - 22 Februari 2020 11:05 WIB
    Membedakan Serangan Jantung dan Serangan Kecemasan?
    Serangan jantung dan serangan kecemasan memiliki beberapa gejala yang serupa seperti jantung berdegup kencang, napas pendek, dan sakit di bagian dada. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Serangan jantung dan serangan kecemasan memiliki beberapa gejala yang serupa seperti jantung berdegup kencang, napas pendek, dan sakit di bagian dada.

    Hal ini tentunya bisa membuat Anda bingung dan tak tahu tindakan apa yang harus diambil. Karena itu, untuk menghindari hal-hal tidak enak terjadi, ketahuilah cara membedakan dua hal ini.

    Berikut penjelasannya lebih lanjut yang dilansir dari Woman’s Day.

    Rebecca Leibowitz seorang asisten dokter, mengatakan bahwa memang serangan jantung dan serangan panik sulit untuk dibedakan. Banyak orang yang sebenarnya mengalami serangan panik dan malah mengira mereka mengalami serangan jantung.

    Gejala-gejalanya pun dirasakan berbeda  oleh perempuan dan laki-laki. Salah satu indikator paling umum dari serangan jantung perempuan adalah kesulitan bernapas dan merasa lelah sementara laki-laki merasakan sakit di dada yang begitu hebat.

    "Pasien laki-laki akan mengatakan bahwa mereka memiliki sakit dada akut yang sering terjadi selama aktivitas fisik," kata Leibowitz. 

    “Mereka akan menggambarkannya seperti rasa sakit yang menusuk dan mereka sering memegang dada mereka dengan kepalan tangan. Laki-laki biasanya menggambarkan rasa sakit yang menjalar ke lengan dan rahang kiri mereka,” lanjutnya.

    Sementara gejala serangan kecemasan yang timbul tidak seperti serangan jantung yang dibedakan berdasarkan jenis kelamin. Serangan kecemasan berlangsung selam kurang lebih 30 menit.

    "Serangan panik  misalnya cenderung berlangsung sekitar 20 hingga 30 menit, dengan puncak gejala parah terjadi sekitar 10 menit," kata Leibowitz.

    "Jika seseorang menggambarkan nyeri dada yang berlangsung setengah jam dan kemudian diatasi, biasanya itu bukan serangan jantung, meskipun ini tidak selalu 100% benar,” ujarnya.

    Selain itu, serangan panik juga tidak menjalar seperti serangan jantung. "Nyeri dada akibat serangan panik lebih terasa sakit di perut bagian atas atau tengah yang terpusat yang tidak menjalar ke seluruh tubuh," katanya. 

    Gejala lain dari serangan panik termasuk peningkatan detak jantung, dan rasa sakit yang terjadi bersamaan dengan perasaan cemas.

    Membedakannya dengan melihat faktor usia

    Salah satu indikator bahwa iserangan yang Anda rasakan adalah serangan jantung adalah dengan melihat usia. "Secara umum, sebagian besar serangan jantung terjadi pada laki-laki di atas 45 dan perempuan di atas 55," katanya.

    “Itu bukan untuk mengatakan bahwa jika Anda di bawah usia itu Anda tidak akan kena serangan jantung. Hanya saja kecurigaan klinisnya lebih rendah,” lanjutnya.

    Leibowitz menambahkan bahwa merokok, diabetes, kolesterol tinggi, dan riwayat serangan jantung keluarga semuanya  juga meningkatkan peluang.

    Itulah cara membedakan serangan jantung dan serangan kecemasan. Lihat gejala yang tibul pada tubuh dan jangan lupa pula mempertimbangkan faktor risiko. Periksa ke dokter agar lebih aman.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id