Rapid Test Diprioritaskan untuk Nakes dan Orang yang Kontak dengan Pasien Positif

    Kumara Anggita - 25 Maret 2020 16:02 WIB
    Rapid Test Diprioritaskan untuk Nakes dan Orang yang Kontak dengan Pasien Positif
    Rapid test dilakukan menggunakan metode pemeriksaan antibodi, bukan melakukan pemeriksaan langsung terhadap virusnya. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Rapid test menjadi pilihan pemerintah untuk mendeteksi siapa yang sudah terkena covid-19 dan yang tidak. 

    Sebelumnya, belum ada yang tahu pasti siapa yang diprioritaskan untuk mendapatkannya. Akhirnya, pertanyaan ini pun terjawab. 

    1. Kontak dekat dengan pasien positif

    Yang pertama bisa mendapatkan rapid test korona adalah orang yang telah kontak dekat pasien positif baik yang dirawat di RS maupun yang mengisolasi diri di rumah, 

    2. Tenaga kesehatan

    kedua adalah tenaga kesehatan (Nakes).

    Jubir pemerintah untuk covid-19 dr. Achmad Yurianto menjelaskan secara lebih spesifik, orang yang telah kontak dengan pasien positif di sini maksudnya adalah keluarga yang satu rumah dengan pasien, atau bisa juga orang satu kantor dengan pasien. 

    Kemudian rapid test terhadap Nakes diprioritaskan mengingat mereka adalah orang yang sering kontak dekat dengan pasien.

    Rapid test dilakukan menggunakan metode pemeriksaan antibody, bukan melakukan pemeriksaan langsung terhadap virusnya. 

    Sementara itu dibutuhkan 6 hingga 7 hari hingga terbentuk antibodi untuk kemudian bisa diidentifikasi darahnya. 

    “Metode Rapid test digunakan sebenarnya untuk skrining terhadap adanya kasus positif di masyarakat. Oleh karena itu yang diperiksa pada Rapid test ini adalah antibodinya yang ada di dalam darah, sehingga spesimen yang diambil adalah darah,” kata dr. Achmad.

    Bila hasilnya positif maka diyakini pasien sedang terinveksi korona namun kalau hasilnya negatif selama dua kali pemeriksaan maka bisa disimpulkan pasien tersebut tidak terinveksi korona, namun sangat mungkin bisa terinveksi.

    “Meskipun pada hasil pemeriksaan pertama negatif maka kita akan tetap meminta pasien jaga jarak dengan orang lain supaya tidak ada proses penularan. Ini penting dan harus dilaksanakan bersama-sama. Yang hasilnya positif akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan antigen melalui pemeriksaan swab dan kemudian PCR,” paparnya. 

    Diharapkan dengan dilakukannya Rapid test semakin banyak orang yang bisa terdeksi sehingga mereka tahu kebijakan apa yang perlu dilakukan untuk menyembuhkannya. 

    Jagalah diri Anda, keluarga, serta orang di sekitar Anda dengan melakukan social atau physical distancing di rumah dan di luar rumah!



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id