Sains Ungkap Penyebab Sulitnya Abaikan Tangisan Bayi

    Anda Nurlaila - 07 Januari 2020 11:00 WIB
    Sains Ungkap Penyebab Sulitnya Abaikan Tangisan Bayi
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Pernahkah Anda mencoba mengabaikan suara tangisan bayi saat berada di pesawat atau restoran? Sangat tidak mungkin karena semua orang dewasa umumnya akan langsung memandang ke sumber suara bahkan mendatangi bayi.  

    Tapi mengapa semua orang dewasa selalu cepat bereaksi terhadap tangisan bayi? Bahkan jika bayi yang menangis bukan anak sendiri.

    Ada banyak teori yang mencoba menjelaskan mengapa bayi menangis sejak lahir. Salah satunya adalah kenyataan bahwa tangisan bayi sangat penting untuk bertahan hidup. Tangisan memberi sinyal kepada pengasuh orang dewasa bahwa bayi membutuhkan sesuatu.

    Sekarang, ada sains yang membuktikan hal ini. Mengutip Parents, para peneliti di Max Delbruck Center for Molecular Medicine di Berlin menemukan bahwa sekelompok kecil sel-sel otak yang bertanggung jawab atas pernapasan aktif dan cepat. Sel-sel yang sama juga memberi bayi hewan kemampuan untuk menangis.

    Dan, ketika simpul-simpul ini dilepas dari bayi-bayi tikus, mereka dapat bernapas secara perlahan dan pasif tapi tidak bersemangat. Yang berarti bahwa ketika mereka membuka mulut untuk menangis, tidak ada suara yang keluar. Akibatnya, ibu mereka tidak dapat mendengar mereka dan tidak tahu mereka membutuhkannya. Sehingga anak-anak tikus akhirnya mati.

    "Ini adalah penemuan yang menakjubkan. Sang ibu bisa melihat anak-anaknya dan mencium anak-anak itu, tetapi jika mereka tidak bersuara seolah-olah mereka tidak ada," ujar penulis penelitian Dr. Carmen Birchmeier kepada The New York Times.

    Ini bukan studi pertama yang menunjukkan bahwa kemampuan menangis sangat penting untuk kelangsungan hidup bayi. Sebelumnya studi lain menunjukkan bahwa suara tangisan bayi membangkitkan respons yang jauh lebih cepat di otak orang dewasa daripada suara keras yang sama, seperti alarm mobil pada tengah malam.

    Seorang psikolog di UCLA, Katherine Young bersama Christine Parsons dari Universitas Aarhus di Denmark dan Morten Kringelbach dari Universitas Oxford melacak respons otak terhadap suara tangisan bayi. Mereka menemukan bahwa saat rekaman bayi menangis diputar, otak tengah manusia bereaksi dua kali lebih cepat daripada ketika mendengar klip audio lainnya, seperti bunyi alarm mobil.

    Para peneliti juga mendeteksi perubahan cepat di daerah otak yang memeriksa apakah suara tertentu penting atau tidak. Dan, apakah kita harus melakukan sesuatu tentang hal itu. Hal ini menjelaskan mengapa kita masuk ke mode waspada ketika mendengar bayi baru lahir menangis di tempat-tempat seperti restoran dan pesawat terbang.

    "Ketika Anda mendengar bayi di pesawat, Anda segera waspada, bahkan jika Anda tidak ingin mendengarnya. Itu suara yang sangat sulit untuk diabaikan," jelas Parsons.

    Bila berusaha melawannya, Anda akan kalah. Jadi, saat lain kali terjebak dalam penerbangan dengan bayi yang menangis, berikan bantuan pada ibu untuk menenangkan bayinya bukan malah memperkeruh suasana.

    (FIR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id