Benarkah Bius Epidural Memperlambat Persalinan?

    Timi Trieska Dara - 17 September 2018 11:28 WIB
    Benarkah Bius Epidural Memperlambat Persalinan?
    (Foto: Parents)



    Jakarta: Jika Anda khawatir bius lokal epidural bisa memperlambat proses melahirkan, jawaban dari penelitian berikut bisa membuat Anda tenang. 

    Persalinan yang lebih lama terkait dengan hasil yang merugikan, sehingga dokter biasanya mengurangi atau menghentikan epidural untuk menghindari lamanya tahap utama persalinan. Tetapi sebuah penelitian di Obstetrics & Gynecology menunjukkan tidak ada manfaat dalam melakukan itu. 






    Anestesi atau pembiusan adalah suatu tindakan menghilangkan rasa sakit pada tubuh ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya. Ada 3 tipe Anestesi yakni pembiusan total, pembiusan lokal, dan pembiusan regional. Nah, Epidural merupakan salah satu bius lokal yang digunakan untuk membuat bagian tertentu pada tubuh Anda mati rasa. 

    Anda tidak akan hilang kesadaran sepenuhnya karena fungsinya hanya untuk menawar rasa sakit (analgesia). Pada operasi caesar, suntikan anestesi lokal biasaya diberikan di dekat sumsum tulang belakang. 

    "Penelitian ini menunjukkan bahwa obat epidural tidak menyebabkan keterlambatan pada kelahiran seorang bayi," kata Philip E. Hess, MD, Direktur Anestesi Obstetrik di Beth Israel Deaconess Medical Center dan seorang profesor di Harvard Medical School.

    Penelitian yang dipimpin oleh timnya menemukan bahwa epidural tidak memengaruhi panjang tahap kedua persalinan. Ini juga tidak berpengaruh pada kecepatan persalinan yang berkenaan dengan peranakan atau episiotomi, juga tidak memengaruhi posisi janin saat lahir. 

    Obat itu juga tidak memengaruhi berat badan, skor Apgar (kondisi kesehatan bayi baru lahir) atau ukuran kesehatan lainnya.

    "Bahkan skor nyeri secara statistik tidak berbeda antar kelompok. Namun, skor nyeri pada wanita yang menerima placebo saline (obat) meningkat dari waktu ke waktu, seperti yang diharapkan," kata dia.

    Penelitian acak double-blind membandingkan obat epidural infus-kateter dibandingkan dengan placebo pada 400 wanita. Selama penelitian, wanita semua mendapat obat nyeri sepanjang tahap pertama persalinan. Selama tahap kedua, mereka secara acak menerima obat atau placebo.

    Persalinan berlangsung sekitar 52 menit bagi mereka yang diberi pengobatan, sementara mereka yang mendapat placebo saline 51 menit. 

    Pada 38 pasien, infus dihentikan karena perkembangan persalinan yang buruk; dari mereka, 17 pasien yang mendapatkan placebo saline dan 21 pasien yang mendapatkan obat epidural.

    Penelitian sebelumnya retrospektif, observasional, atau difokuskan pada hasil persalinan lain dan belum mengontrol tahap kedua, ujar Hess.

    "Apa yang penelitian ini tunjukkan adalah wanita tidak perlu takut bahwa jika mereka memilih untuk menerima obat epidural itu akan mempengaruhi persalinan mereka," kata Hess.


    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id