Mutasi Virus Korona adalah Sesuatu yang Normal

    Kumara Anggita - 11 Mei 2020 17:00 WIB
    Mutasi Virus Korona adalah Sesuatu yang Normal
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Covid-19 telah membuat masyarakat menjadi cemas dan tak bisa beraktivitas seperti biasa. Dan kabar terbaru menunjukkan bahwa virus ini telah bermutasi lagi.

    Dilansir dari Huffpost, makalah dari para ilmuwan di Los Alamos National Laboratory di New Mexico dan para peneliti di Inggris memperingatkan tentang mutasi yang mempengaruhi 'paku' pada virus SARS-CoV-2. 

    “Studi ini menemukan bahwa 'paku' (yang ada di virus) ini sebenarnya bermutasi,” jelas Kirsten Hokeness, ketua departemen ilmu pengetahuan dan teknologi di Universitas Bryant dan seorang pakar imunologi, virologi, dan mikrobiologi.

    Tentunya hal ini buat kita semakin khawatir. Namun sesungguhnya mutasi pada virus adalah sesuatu yang umum.

    "Setiap virus dapat bereplikasi dengan sangat cepat dan dalam jumlah besar,” kata Hokeness, sehingga menemukan urutan genetik baru tidaklah aneh.

    “Setiap sel yang terinfeksi virus dapat menghasilkan lebih dari satu juta salinan virus,” katanya.

    Menurutnya tingkat replikasi yang cepat ini sangat rentan terhadap kesalahan. Kesalahan ini kemudian ditularkan ke virus baru, yang kemudian ditiru lagi, menghasilkan mutasi kecil dari bentuk aslinya.

    Bagaimana virus bertahan hidup

    "Jika Anda berpikir tentang virus, mereka harus menemukan inang untuk bertahan hidup, dan seperti kanker yang kuat, mereka akan melakukan apa yang harus mereka lakukan untuk tetap 'hidup'. Ketika virus awalnya melompat dari kelelawar ke manusia, seperti yang kita pikirkan, itu mampu membuka reseptor manusia dan mendapatkan akses ke sel untuk berkembang biak,” katanya.

    Hokeness mengatakan, kemungkinan besar novel coronavirus 'menyempurnakan' kemampuan lompatannya saat menyebar melalui populasi manusia. Yang berarti bahwa virus tersebut dapat mengubah strukturnya untuk lebih mudah menginfeksi orang. Ini mungkin hanya strain yang lebih efisien, bukan yang menciptakan gejala yang berbeda atau lebih parah.

    Dia menyamakan proses mutasi virus dengan kunci yang dibuat untuk pintu depan Anda. Anda buat kunci itu untuk membuka pintu tetapi mungkin sedikit sulit untuk masuk dan keluar dari kunci.

    "Jika Anda mengedit kuncinya sedikit saja, sekarang dapat dengan mudah masuk ke kunci tanpa kesulitan. Menemukan cara kecil untuk mengakses reseptor sedikit lebih baik, dapat membuat beberapa jenis lebih mungkin bertahan," katanya.

    "Virus ini sedang memeriksa, memastikan apa yang ditulisnya adalah apa yang ingin ditulisnya, jadi ada lebih sedikit kesalahan,” ujarnya.

    Namun Hokeness menyebutkan bahwa coronavirus novel tidak perlu banyak bermutasi mengingat dia sebagai virus sudah kuat.

    "Ini (virus) memiliki sifat menular yang luar biasa dalam banyak hal, seperti tingkat penyebaran tanpa gejala, yang berarti kita kemungkinan besar tidak akan melihat perubahan besar dalam waktu dekat,” sambung Hokeness.

    "Bermutasi adalah situasi di mana ada hal yang harus diperbaiki, virus ini bagus dalam fungsinya, jadi tidak ada banyak tekanan evolusi untuk bermutasi. Jadi setidaknya, kita bisa tenang sejenak," kata Hokeness.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id