KLHK: Penggunaan Masker Kain Kurangi Limbah Medis Masyarakat

    Antara - 24 Juni 2020 08:08 WIB
    KLHK: Penggunaan Masker Kain Kurangi Limbah Medis Masyarakat
    Penggunaan masker kain bisa dilakukan berkali-kali. (Foto: Dok. Medcom.id)
    Jakarta: Penggunaan masker kain bisa menjadi salah satu langkah mengurangi limbah medis di masyarakat pada saat pandemi. Hal itu diutarakan Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati.

    "Untuk mengurangi limbah medis dari APD, kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar rumah (stay at home). Sehingga tidak perlu sering memakai masker dan sarung tangan," ujar Vivien dilansir Antara.

    Vivien menegaskan jika memang tiap individu terpaksa harus sering keluar, maka lebih baik menggunakan masker berbahan kain. Sebab dapat dipakai ulang demi menghindari penambahan limbah masker sekali pakai.

    "Selain itu, mencuci tangan dengan air yang mengalir juga menjadi solusi protokol kesehatan yang baik. Ketimbang menggunakan sarung tangan yang justru dapat menjadi sarana penularan virus. Sanitizer juga menjadi opsi lain selain memakai sarung tangan," terang Vivien.

    Selama masa pandemi covid-19 ini, telah terjadi penurunan jumlah sampah di beberapa kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Hal itu terjadi karena banyak perkantoran, pusat perbelanjaan, dan restoran tutup atau meniadakan aktivitas.

    Pada studi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat, munculnya sampah jenis baru yaitu alat pelindung diri (APD) di dua muara sungai di Jakarta yaitu Marunda dan Cilincing. Studi itu mencatat kenaikan 16 persen sampah APD, seperti masker pada Maret-April 2020 dari yang sebelumnya nihil di dua titik tersebut pada periode yang pada 2016.

    Terkait hal itu Vivien mengatakan KLHK akan memastikan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan untuk lebih giat mengedukasi publik, terkait pemakaian dan proses pembuangan APD selama pandemi.
     
    "Selain itu, kegiatan pengawasan dalam penanganan limbah medis di fasilitas pelayanan kesehatan (RS, Puskesmas, Klinik) harus lebih ditingkatkan dan diperketat," kata dia.
     
    Menteri LHK Siti Nurbaya sebelumnya telah mengeluarkan edaran nomor SE.2/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020, tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan covid-19.

    Selain mengatur limbah medis yang dihasilkan oleh rumah sakit, edaran itu juga mengimbau limbah rumah tangga dengan orang dalam pemantauan (ODP), seperti masker dan baju pelindung harus dikumpulkan dalam wadah tertutup. Serta dipisahkan dari sampah lain untuk dimusnahkan di fasilitas pengolahan limbah B3.
     
    Untuk masker yang digunakan orang sehat, setelah digunakan masker tersebut harus dipotong dan dikemas dengan rapat sebelum dimasukkan ke tempat sampah.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id