Cara Membaca dan Memahami Hasil Pemeriksaan Tekanan Darah

    Raka Lestari - 02 Juni 2020 10:03 WIB
    Cara Membaca dan Memahami Hasil Pemeriksaan Tekanan Darah
    Tekanan darah yang tinggi sering disebut juga sebagai “silent killer” karena biasanya tidak disertai dengan gejala dan bisa sangat berbahaya jika tidak dilakukan perawatan. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Tekanan darah yang tinggi sering disebut juga sebagai “silent killer” karena biasanya tidak disertai dengan gejala dan bisa sangat berbahaya jika tidak dilakukan perawatan. Dan cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah tekanan darah Anda termasuk dalam kategori normal adalah dengan melakukan pemeriksaan.

    Tekanan darah adalah kekuatan darah yang mendorong arteri di tubuh Anda. Hasil pemeriksaan tekanan darah terdiri dari dua, yaitu sistol dan diastol.

    Sistol merupakan angka yang berada di bagian atas, menunjukkan tekanan yang diberikan pada dinding arteri Anda ketika jantung Anda berdetak. Sedangkan diastol merupakan angka yang berada di bagian bawah, menunjukkan tekanan yang diberikan pada dinding arteri Anda ketika jantung Anda beristirahat, di sela-sela detak jantung.

    Tekanan darah dianggap normal jika seseorang memiliki angka sistol dibawah dari 120 mm Hg dan angka diastol kurang dari 80 mm Hg. Tekanan darah dianggap rendah jika angka sistol berada di bawah 90 mm Hg dan diastole kurang dari 60 mm Hg.

    Akan tetapi tekanan darah yang rendah biasanya tidak berbahaya dan mengindikasikan kesehatan yang cukup baik. “Jika Anda seorang atlet atau gemar berolahraga maka memiliki tekanan darah yang rendah masih dianggap normal,” ujar Jordana Cohen, Md, seorang ahli hipertensi di Penn Medicne. 

    Sedangkan jika Anda memiliki hasil pemeriksaan darah dengan angka sistol sekitar 120 – 129 mm Hg dan diastol kurang dari 80 mm Hg maka ini bisa menjadi pertanda awal hipertensi atau yang sering disebut dengan pre-hipertensi.

    Jika Anda memiliki tekanan darah normal dan dokter Anda menyebutkan bahwa Anda berisiko rendah untuk mengembangkan hipertensi, maka melakukan pengecekan tekanan darah satu tahun sekali atau pengecekan rutin dapat dilakukan.

    Namun jika Anda memiliki risiko hipertensi, biasanya dokter akan merekomendasikan untuk melakukan pengecekan tekanan darah mandiri di rumah.

    “Dan jika Anda memiliki alat untuk melakukan pengecekan tekanan darah mandiri di rumah, Anda harus mengeceknya dua kali pada saat pagi dan dua kali pada saat sore hari. Berikan jeda waktu sekitar dua menit untuk melakukan pengecekan pertama dan pengecekan kedua,” tutup Cohen.

     



    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id