Aktivitas Sederhana yang Termasuk Tanda-Depresi

    Sunnaholomi Halakrispen - 11 Januari 2020 13:03 WIB
    Aktivitas Sederhana yang Termasuk Tanda-Depresi
    Stres berisiko depresi ketika dibiarkan terus menerus. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Stres berisiko depresi ketika dibiarkan terus menerus. Seperti dilansir dari WebMD, ternyata, sejumlah aktivitas yang terlihat sederhana termasuk dalam tanda-tanda depresi. Berikut beberapa di antaranya: 

    1. Belanja

    Apakah belanja Anda di luar kendali? Apakah Anda menutupi pengeluaran Anda? Bagi beberapa orang yang mengalami depresi, tidak jarang membeli banyak barang dari toko maupun secara online

    Belanja berfungsi sebagai pengalih perhatian atau dorongan harga diri. Tetapi, belanja yang berlebihan tidak akan memuaskan diri. Perlu diketahui juga bahwa berbelanja juga bisa menjadi tanda mania, pada gangguan bipolar.

    2. Minum terlalu banyak

    Hampir sepertiga orang dengan depresi berat menyalahgunakan alkohol. Jika Anda merasa perlu minum untuk mengatasi kecemasan dan depresi, Anda mungkin salah satunya. 

    Meskipun minuman tampak seperti memberikan kelegaan, alkohol adalah depresan. Maka, minum alkohol secara berlebihan dapat membuat episode depresi lebih buruk dan lebih sering terjadi.

    3. Kelupaan

    Depresi mungkin menjadi salah satu alasan untuk merasa lupa. Studi menunjukkan bahwa depresi atau stres yang berkepanjangan dapat meningkatkan kadar kortisol dalam tubuh. 

    Kondisi itu itudapat mengecilkan atau melemahkan bagian otak yang terkait dengan memori dan pembelajaran. Kehilangan memori terkait depresi tampaknya lebih buruk bagi orang tua. Berita baiknya, mengobati depresi juga dapat meningkatkan masalah memori yang berkaitan dengan depresi.

    4. Penggunaan internet yang berlebihan

    Anda lebih suka interaksi sosial virtual dari pada yang nyata? Atau menghabiskan banyak waktu di Internet? Mungkin itu pertanda depresi. 

    Penelitian telah menunjukkan hubungan antara tingkat depresi yang tinggi dan penggunaan Internet yang berlebihan. Selain itu, orang yang terlalu sering menggunakan Internet cenderung menghabiskan waktu untuk pornografi, komunitas online, dan situs game.

    5. Pesta makan dan obesitas

    Sebuah studi tahun 2010 dari University of Alabama menemukan bahwa orang dewasa muda yang mengaku mengalami depresi cenderung bertambah berat badan di sekitar pinggang mereka. Kondisi ini berisiko untuk penyakit jantung. 

    Studi lain mengaitkan depresi dengan pesta makan, terutama pada orang paruh baya. Sementara itu, mengobati depresi dapat membantu mengatasi masalah ini.

    6. Mencopet

    Sekitar sepertiga dari pencopet menderita depresi. Bagi sebagian orang yang merasa tidak berdaya dan tidak signifikan karena depresi, mencuri atau mengutil untuk memberikan perasaan kuat dan penting bagi mereka. 

    Aktivitas itu juga dapat memberikan dorongan untuk melawan depresi yang bahkan sudah mati rasa. Bagi orang yang mengutil karena depresi, perasaan puas ini lebih penting dari pada barang yang mereka curi.

    7. Sakit punggung

    Punya sakit punggung yang tidak mau berhenti? Studi menunjukkan bahwa depresi dapat menjadi faktor risiko untuk sakit punggung bawah kronis. Satu studi menunjukkan bahwa hingga 42 persen orang dengan nyeri punggung bawah kronis mengalami depresi sebelum nyeri punggung mereka mulai muncul. 

    Namun, depresi sering diabaikan atau tidak terdiagnosis karena orang tidak mengaitkannya dengan rasa sakit dan nyeri. Demikian pula, memiliki rasa sakit kronis membuat Anda berisiko mengalami depresi.

    8. Perilaku seksual beresiko

    Depresi lebih sering dikaitkan dengan kehilangan libido daripada dengan meningkatnya minat seks. Tetapi, beberapa orang menggunakan seks untuk mengatasi depresi atau stres. 

    Peningkatan pergaulan bebas, perselingkuhan, obsesi seksual, dan perilaku berisiko tinggi seperti seks yang tidak aman, semuanya bisa menjadi tanda-tanda depresi. Ini juga dapat mencerminkan masalah dengan kontrol impuls atau menjadi tanda mania pada gangguan bipolar. Kondisi tersebut dapat memiliki efek negatif serius pada kesehatan dan kehidupan pribadi Anda.

    9. Emosi yang berlebihan

    Sering kali orang yang mengalami depresi menunjukkan sedikit ekspresi emosional. Di waktu lain, mereka menunjukkannya terlalu banyak. Mereka bisa tiba-tiba mudah tersinggung atau meledak. 

    Selain itu, mereka mungkin mengungkapkan perasaan sedih, putus asa, khawatir, atau takut yang berlebihan. Beberapa orang bahkan terperangkap dalam perasaan tidak berharga atau perasaan berlebihan atau tidak pantas. 

    Kuncinya adalah perubahan perilaku yang tiba-tiba. Jika seseorang yang rata dengan perasaannya menjadi hiperemosional, depresi mungkin menjadi penyebabnya.

    10. Merokok

    Mengalami masalah berhenti merokok? Depresi menggandakan risiko merokok. Merokok berat seperti lebih dari satu bungkus sehari dan merokok dalam waktu lima menit setelah bangun adalah kebiasaan umum di kalangan perokok yang mengalami depresi.

    Sementara, perokok yang depresi bisa mencoba untuk berhenti. Cobalah program berhenti merokok yang menggunakan teknik seperti yang digunakan untuk mengobati depresi, seperti terapi perilaku kognitif atau obat antidepresan.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id