Enam Hal yang Perlu Diwaspadai ketika Menstruasi

    Anda Nurlaila - 14 Maret 2019 16:03 WIB
    Enam Hal yang Perlu Diwaspadai ketika Menstruasi
    Ada enam perubahan harus diperhatikan saat menstruasi untuk mengetahui terjadinya kemungkinan kondisi medis dibaliknya. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Bagi wanita, ada aktivitas tubuh yang dapat menjadi acuan kesehatan yaitu menstruasi. Tetapi, ada enam perubahan harus diperhatikan saat menstruasi untuk mengetahui terjadinya kemungkinan kondisi medis dibaliknya. Seperti gumpalannya berukuran besar, menstruasi terjadi kurang dari 21 hari atau lebih lama dari 7 hari selama 3 bulan, atau darah menstruasi berair atau keabu-abuan.


    Jakarta:
    Kesehatan tubuh secara umum dapat diukur dari beberapa hal seperti berat badan, detak jantung hingga tekanan darah. Bagi wanita, ada aktivitas tubuh yang dapat menjadi acuan kesehatan yaitu menstruasi. 

    Seberapa berat aliran darah menstruasi, rasa sakit yang dialami, pergeseran siklus serta perubahan saat menstruasi bisa merupakan hal normal atau justru sinyal bahaya. 

    Dokter Obgyn dan penulis "She-Ology: The Definitive Guide to Women’s Intimate Health Sherry A Ross" menjelaskan ada enam perubahan harus diperhatikan. Sebab, bila terjadi kemungkinan ada kondisi medis dibaliknya. 

    1. Gumpalan darah seperti jeli

    Pembekuan darah saat menstruasi normal terjadi, terutama ketika darah mengalir deras di hari-hari pertama. Antikoagulan yang biasanya memecah gumpalan sebelum meninggalkan tubuh tidak bisa mengimbangi kecepatan rahim melepas jaringannya. 

    "Warnanya cenderung gelap atau merah terang dan memiliki bentuk dan ukuran yang tidak teratur," kata Dr Ross. 

    Jika gumpalannya sebesar kismis, semuanya normal. Namun jika gumpalannya berukuran besar, bisa disebabkan ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan aliran darah terlampau berat. 

    Gumpalan darah menstruasi besar juga bisa menjadi tanda infeksi atau bahkan keguguran. Jika gumpalan darah mens yang keluar besar-besar selama beberapa kali siklus, hubungi ginekolog. 

    (Baca juga: Sesuaikan Kegiatan dengan Siklus Menstruasi Anda)

    Enam Hal yang Perlu Diwaspadai ketika Menstruasi
    (Bagi wanita, ada aktivitas tubuh yang dapat menjadi acuan kesehatan yaitu menstruasi. Tetapi, Ada enam perubahan harus diperhatikan saat menstruasi untuk mengetahui terjadinya kemungkinan kondisi medis dibaliknya. Seperti gumpalannya berukuran besar, menstruasi terjadi kurang dari 21 hari atau menstruasi berair atau keabu-abuan. Foto: Pexels.com)

    2. Aliran menstruasi yang terlalu berat atau terlalu lama

    Sebagian wanita mengalami menstruasi selama tiga hari, sementara lainnya selama enam atau tujuh hari. Tetapi menorrhagia, atau aliran darah haid yang berkepanjangan atau berat selama seminggu dapat mengkhawatirkan. 

    "Masalah tiroid dan PCOS yang terlalu aktif atau kurang aktif dapat diakibatkan hormon, menyebabkan menstruasi tidak teratur dan lebih lama," kata Dr Ross kepada Health. 

    Selain itu tumor rahim dan polip bisa jadi penyebabnya. Wanita berusia akhir 30-an dan 40-an, beberapa tahun sebelum menopause dapat mengalami menstruasi lebih pendek atau lebih lama. 

    Pada kasus ekstrem haid juga bisa lebih berat. Bila menstruasi terjadi kurang dari 21 hari atau lebih lama dari 7 hari selama 3 bulan, segera konsultasikan dengan penyedia medis. 

    3. Bercak dan pendarahan ringan di luar siklus menstruasi 

    Bercak atau pendarahan ringan di waktu lain dalam sebulan selain menstruasi bisa sangat mengkhawatirkan. Jika terjadi sesekali dan cukup ringan berupa beberapa tetes darah, hal itu dapat diakibatkan tingkat fluktuasi hormon.

    Tetapi jika agak berat yang mengharuskan menggunakan pembalut dan tampon setiap hari atau terjadi setiap bulan, segera temui dokter. Penyebabnya bisa jadi fibroid atau infeksi. Pada kasus yang lebih serius dapat menjadi pertanda kanker rahim. 

    4. Darah menstruasi berair atau keabu-abuan

    Di awal menstruasi, darah cenderung berwarna merah terang, dan saat perdarahan berakhir, warnanya akan tampak coklat atau hitam akibat efek oksigen pada darah.

    Perubahan yang harus diperhatikan adalah jika darah terlihat berair yang bercampur dengan keputihan, yang bisa terjadi saat hamil. 

    "Bercak normal selama kehamilan dapat terlihat seperti darah encer, karena darah bercampur dengan peningkatan sekresi vagina," kata Dr Ross.

    Jika darah menstruasi berair dan/atau berwarna keabu-abuan, itu bisa menandakan infeksi, seperti PMS. Terutama darah berbau busuk dan kuat.

    5. Tidak menstruasi 

    Adanya masalah tiroid dapat membuat aliran menstruasi lebih berat atau justru tidak mengalami menstruasi. Stres juga dapat menyebabkan ovulasi, yang berarti tubuh melewatkan satu atau dua periode. 

    Wanita yang mengalami penurunan berat badan juga dapat bisa membuat siklus menstruasi menghilang. “Diet yang menyebabkan penurunan lemak tubuh dan estrogen membuat menstruasi lebih ringan atau tidak mengalami menstruasi sama sekali."  

    6. Kram parah selama menstruasi

    Kram saat menstruasi dialami 80 persen wanita. Sebab rahim adalah salah satu otot besar. Saat rahim berkontraksi untuk membantu melepaskan lapisannya selama haid, kram terjadi.

    Kram memang cukup mengganggu aktivitas. Namun, jika Anda tiba-tiba mengalami nyeri punggung bagian bawah atau nyeri panggul selama menstruasi, mungkin ada sesuatu yang terjadi. 

    Di antaranya kondisi di mana jaringan rahim masuk ke dalam rongga panggul dan melekat pada organ-organ terdekat seperti ovarium, saluran tuba bahkan dubur. "Wanita yang menderita endometriosis mengalami kram yang signifikan," kata Dr Ross.

    Jika Anda merasakan beberapa hal di atas saat menstruasi, ada baiknya temui dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) di beberapa rumah sakit seperti Rumah Sakit Royal Taruma, RSCM Kencana, atau RS Medistra. 






    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id