Studi: Vitamin K Bisa Membantu Melawan Covid-19

    Raka Lestari - 25 Juni 2020 11:05 WIB
    Studi: Vitamin K Bisa Membantu Melawan Covid-19
    Para ilmuwan menemukan adanya manfaat vitamin K untuk melawan covid-19. (Ilustrasi/pexels)
    Jakarta: Pasien yang meninggal atau harus mendapatkan perawatan khusus karena covid-19 ditemukan mengalami kekuarangan vitamin yang ditemukan dalam bayam, telur, dan blue cheese. Hal ini membuat para peneliti berharap bahwa perubahan pola makan bisa menjadi salah satu jawaban untuk memerangi penyakit ini.

    Dilansir dari The Guardian, para ilmuwan meneliti pasien yang dirawat di Canisius Wilhelmina Hospital, di kota Nijmegen Belanda. Para ilmuwan menemukan adanya manfaat vitamin K untuk melawan covid-19.

    Covid-19 menyebabkan pembekuan darah dan mengarah pada degradasi serat elastis di paru-paru. Vitamin K, yang dicerna melalui makanan dan diserap dalam saluran pencernaan, adalah kunci untuk produksi protein yang mengatur pembekuan dan dapat melindungi terhadap penyakit paru-paru.

    Dr Rob Janssen, peneliti yang bekerja dalam studi tersebut mengatakan bahwa berdasarkan temuan awal tersebut dirinya akan mendorong untuk konsumsi asupan vitamin K yang sehat. Kecuali bagi pasien yang mengonsumsi obat pengencer darah, seperti warfarin.

    “Saya menyarankan untuk mengonsumsi suplemen vitamin K. Meskipun itu tidak dapat membantu melawan covid-19 yang sudah berat, tetapi vitamin K baik untuk pembuluh darah Anda, tulang dan mungkin juga untuk paru-paru,” katanya.

    Dr Janssen menambahkan, “Ada dua jenis vitamin K, yaitu K1 dan K2. K1 dapat ditemukan di bayam, brokoli, sayuran hijau, bluberi, berbagai jenis sayuran dan buah. K2 merupakan jenis yang lebih mudah diserap tubuh, bisa ditemukan dalam berbagai jenis keju,” ujarnya.

    Kacang kedelai yang difermentasi, yang juga merupakan makanan Khas Jepang bernama natto juga sangat kaya akan vitamin K2 dan kemungkinan studi lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui manfaat kesehatan dari makanan ini, menurut Dr Janssen.

    “Saya bekerja dengan para ahli dari Jepang yang ada di London dan mereka mengatakan bahwa daerah-daerah di Jepang yang banyak mengonsumsi natto tidak ada satu pun yang meninggal karena covid-19. Jadi, saya mengatakan bahwa ada sesuatu yang perlu digali lebih dalam,” tutup Dr Janssen.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id