Pilates untuk Perawatan Asma Bagi Pemula

    Sunnaholomi Halakrispen - 16 Mei 2020 16:26 WIB
    Pilates untuk Perawatan Asma Bagi Pemula
    Pengidap penyakit asma mudah kambuh jika tidak ditangani dengan tepat. Salah satu paling efektif ialah membiasakan diri secara rutin dalam melakukan olahraga yang sesuai untuk pernapasan. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Pengidap penyakit asma mudah kambuh jika tidak ditangani dengan tepat. Salah satu paling efektif ialah membiasakan diri secara rutin dalam melakukan olahraga yang sesuai untuk pernapasan.

    Pilates dan yoga adalah dua di antars banyak olahraga yang bermanfaat dalam mengatur pola pernapasan. Namun, jika salah gerakan atau tidak sesuai, bisa saja asma malah menjadi kambuh dan menimbulkan rasa panik.

    Pegiat Yoga sekaligus News Anchor Metro TV, Amie Ardhini, merasakan manfaatnya langsung. Ia mengaku mengidap penyakit asma, juga menggeluti yoga dan pilates. 

    "Saya punya masalah dengan pernapasan, saya itu asma dari kecil. Nah sekarang alhamdulillah sudah lama banget enggak kumat, jadi lebih manageable," ujar Amie dalam Ngobrol Asyik Medcom.id, Rabu, 13 Mei 2020.

    Menurutnya, kunci utamanya ialah latihan pernapasan terlebih dahulu. Bisa latihan sendiri di rumah atau dengan menonton youtube, baik untuk berlatih pilates maupun yoga.

    "Tetapi kalau saran saya pribadi, untuk pemula yang belum punya dasar sama sekali, sebaiknya sama instruktur dahulu. Karena teknik pernapasan itu yang harus kita kuasai," paparnya.

    Jika Anda belum menguasai teknik pernapasan yang tepat dalam yoga maupun pilates, akan berisiko fatal. Sebab, olahraga ini memerlukan energi dan akan timbul rasa lelah termasuk saat bernapas.

    Teknik pernapasan merupakan hal yang penting, tidak boleh diremehkan. Bahkan, teknik pernapasan di pilates dan yoga memiliki perbedaan. Untuk yoga, saat inhale dan exhale biasanya menggunakan hidung. Sedangkan pilates, saat inhale dengan hidung tetapi saat exhale menggunakan mulut. 

    "Apalagi kalau punya masalah dengan asma. Selain itu ada namanya body awareness. Jadi percuma kita melakukan gerakan kalau salah, itu kan jadi tidak maksimal. Bukan manfaat yang kita dapatkan tapi malah bisa keseleo, sarafnya kejepit," jelasnya.

    Kemudian, carilah instruktur yang tepat, yang memberikan materi sesuai kenyamanan Anda. Selain itu, sesuaikan level gerakan dengan kondisi tubuh. Jangan memaksakan mengikuti gerakan orang lain yang sudah bisa mencapai level di atas kemampuan Anda.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id