Mengenal Jenis Batuk pada Balita

    Dhaifurrakhman Abas - 31 Juli 2019 11:56 WIB
    Mengenal Jenis Batuk pada Balita
    Ilustrasi--Foto: contentful.com)
    Batuk pada bayi bisa merupakan cara balita untuk menjaga saluran udara yang mengalir dalam saluran pernapasan. Batuk pada balita juga merupakan metode balita membersihkan makan yang bersarang pada tenggorokannya.


    Jakarta: Bagi sebagian orang, khususnya orang tua baru, merawat balita barangkali bukan perkara gampang. Apalagi jika berbicara mengenai permasalahan kesehatan yang sering menimpa buah hati.
     
    Misalnya saja, bayi rentan terserang batuk ketika terjadi perubahan cuaca dan lingkungan. Hal ini dikarenakan sistem pertahanan tubuh balita yang belum berkembang secara optimal.  

    Alhasil, batuk pada balita membuat orang tua khawatir. Lantas si kecil buru-buru di bawa ke pusat kesehatan agar penyakit batuk dapat segera diobati.

    Dilansir dari babygaga, batuk pada bayi tidak melulu pertanda buruk bagi balita. Hal itu bisa merupakan cara balita untuk menjaga saluran udara yang mengalir dalam saluran pernapasan tetap jernih.

    Hal itu diungkpakan Howard Balbi, Direktur penyakit menular anak di Nassau County Medical Center, East Meadow, New York. Tidak hanya menjaga saluran pernapasan tetap jernih, batuk pada balita juga merupakan metode balita membersihkan makan yang bersarang pada tenggorokannya.

    Akan tetapi, Balbi menganjurkan orang tua harus mengetahui jenis batuk pada bayi. Balbi mengungkapkan terdapat dua jenis batuk yaitu kering dan basah.  

    Dia mengatakan, batuk kering terjadi ketika bayi menderita pilek atau alergi. Ini juga merupakan jenis batuk yang sering membantu balita membersihkan tetesan atau iritasi postnasal yang biasanya terjadi karena sakit tenggorokan.

    Sementara batuk basah, biasanya terjadi ketika bayi menderita penyakit pernapasan yang disertai dengan infeksi bakteri. Ini menyebabkan dahak atau lendir terbentuk di saluran udara. Alhasil balita membuatnya lebih sulit bagi bayi untuk bernapas.

    Akan tetapi, American Academy of Pediatrics merekomendasikan orang tua mengunjungi pusat kesehatan, apabila anak batuk sepanjang malam. Orang tua juga dapat menggunakan tetes garam, madu, atau asetaminofen untuk mengurangi, sambil menuju pusat kesehatan.

    Balbi juga menganjurkan untuk memandikan balita dengan air panas sebelum janji bertemu dengan dokter. Uap panas yang berasal dari air hangat cukup efektif meredakan batuk disertai demam yang dialami balita.

    Jika bayi Anda menderita batuk yang terdengar seperti mengi, ada kemungkinan ia menderita bronkitis. Jika pernapasan bayi terkendali, Anda dapat mengobati bronkitis di rumah dengan pelembab udara dingin, mengonsumsi banyak air dan istirahat yang cukup.

    “Jika Anda ragu tentang apa yang harus dilakukan, hubungi dokter anak Anda. Tetapi jika Anda mendapati bayi Anda mengalami kesulitan bernapas, segera hubungi layanan darurat,” tandas Balbi.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id