Overused Antibiotik Bahaya Bagi Ibu Hamil

    Kumara Anggita - 23 November 2019 17:10 WIB
    <i>Overused</i> Antibiotik Bahaya Bagi Ibu Hamil
    Overused antibiotik tentunya berbahaya bagi semua orang namun lebih berbahaya lagi pada ibu hamil. (Ilustrasi/Pexels).
    Depok: Ketua KPRA, Dokter Hari Paraton menjelaskan bahwa resistensi antibiotik terjadi karena banyak hal antara lain pemakaian berlebihan (overused). Seperti penggunaan antibiotik tanpa indikasi (misused), penggunaan di bawah dosis yang dianjurkan (underused), dan transmisi bakteri resisten di fasilitas kesehatan.

    Permasalahan yang sering didapatkan di rumah sakit adalah karena overused. Hal ini memicu terjadinya infeksi.

    "Rata-rata overused, diduga oleh dokter di lapangan kalau antibiotik dinaikkan cepat sembuh. Pasiennya juga begitu, diam-diam dia beli antibiotik dan minta sendiri. Di- support keluarganya. Akhirnya dia menggunakan antibiotik berlebihan. Akibatnya infeksi," paparnya di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Depok, Kamis, 21 November 2019.

    Overused antibiotik tentunya berbahaya bagi semua orang namun lebih berbahaya lagi pada ibu hamil. Ini karena mereka lebih rentan.

    "Angka kematian ibu bersalin itu meningkat. Dua bulan kemarin di rumah sakit kami, lahir normal. Dia meninggal karena penggunaan antibiotik yang berlebihan. Antibiotik berlebihan ini membuat bakteri resisten. Luka kecil, luka operasinya, luka melahirkannya membuat proses pembusukan tak bisa dibendung. Dia resisten. Hanya antibiotik yang bisa (mengatasi). Kita tak bisa buat apa-apa," paparnya.

    Resistensi antibiotik membuat bakteri jadi tidak dapat lagi dimatikan dengan antibiotik. Sehingga mengancam kemampuan tubuh dalam melawan penyakit infeksi yang dapat mengakibatkan kecacaran bahkan kematian.

    Bakteri akan menjadi resisten dengan cepat jika pemakaian antibiotik berlebihan sehingga menyebabkan penyakit susah disembuhkan dan penyebaran sulit dihentikan. Jika jumlah bakteri yang resisten terhadap antibiotik semakin banyak, ragam prosedur medis seperti transplantasi organ, kemoterapi, pengobatan diabetes, dan operasi besar menjadi sangat beresiko.

    Efek dari kondisi ini, pasien harus menjalani perawatan yang lebih lama dan menanggung biaya perawatan yang lebih mahal.

    Masyarakat di sini berperan penting untuk memerangi resistensi antibiotik diantaranya adalah dengan melakukan beberapa hal antara lain: 

    - Tidak membeli sendiri antibiotik tanpa resep dokter. 

    - Jika diberikan resep antibiotik, pastikan untuk menggunakannya sesuai dosis yang diinstruksikan dokter.

    - Selesaikan program pengobatan, jangan lewatkan dosis apa pun, dan jangan minum yang diresepkan untuk orang lain. 

    - Lakukan vaksinasi secara berkala untuk mengurangi kemungkinan terkena infeksi yang perlu diobati dengan antibiotik.


     



    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id