Intip Tips Cara Merawat Organ Telinga

    Rendy Renuki H - 03 Maret 2021 13:44 WIB
    Intip Tips Cara Merawat Organ Telinga
    Ilustrasi organ telinga (Medcom.id/Mohammad RIzal)



    Jakarta: Telinga menjadi salah satu organ yang paling penting di tubuh manusia. Sehingga organ tersebut harus selalu dirawat dan sering diperhatikan kebersihannya

    Jika tidak, tentunya akan menimbulkan gangguan pendengaran yang dapat disebabkan oleh infeksi yang terjadi pada telinga luar, atau adanya bakteri yang bermukim di telinga bagian tengah.






    Selain menimbulkan rasa demam dan nyeri, infeksi yang terjadi pada telinga juga bisa membuat fungsi pendengaran mengalami penurunan kualitas. Infeksi atau timbulnya bakteri umumnya disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur.

    Masyarakat sering berupaya membersihkan sendiri telinga dengan cara mengoreknya menggunakan korek kuping kapas. Namun, tindakan membersihkan telinga ternyata dapat membuat kotoran telinga terdorong masuk jauh ke dalam.

    Sehingga tak menutup kemungkinan akan mengganggu fungsi gendang telinga. Padahal kotoran telinga atau serumen dapat keluar dengan sendirinya pada saat kita sedang mengunyah makanan atau berbicara.

    "Tindakan mengorek telinga selain membuat serumen semakin masuk ke dalam. Dikhawatirkan juga akan merusak gendang telinga, bahkan sampai robek sehingga pasien akan merasakan berdengung bahkan sampai berair," jelas dr Arsia Dilla Pramita Sp.THT-KL, dari Siloam Hospital Jambi, dikutip Rabu 3 Februari 2021.

    "Adapun serumen ini berfungsi sebagai proteksi yang melindungi telinga dari serangga bahkan kotoran halus," ujar Arsia pada peringatan Hari Pendengaran Internasional yang jatuh hari ini setiap tahunnya. 

    Dijelaskan, organ telinga merupakan salah satu panca indra yang terdiri dari tiga bagian besar. Yaitu telinga luar (outer ear), telinga tengah (middle ear), dan telinga dalam (inner ear).

    Beberapa gangguan kesehatan telinga disetiap bagian telinga ini disebabkan infeksi ataupun virus dan bakteri. Gangguan itu di antaranya Otitis Eksterna, Otitis Media Akut, dan Otitis Media Supuratif Kronis.

    Otitis Eksterna adalah peradangan pada telinga luar yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus dan jamur. Faktor yang mempermudah terjadinya radang telinga luar adalah perubahan pH di liang telinga, dimana Jika terjadi perubahan pH, proteksi terhadap infeksi menurun.

    Sedangkan Otitis Media Akut adalah gangguan telinga bagian tengah disebabkan Infeksi, virus atau bakteri. Ini sering terjadi pada anak-anak dengan gejala sakit telinga, demam, keluarnya cairan dari telinga.

    Terakhir adalah Otitis Media Supuratif Kronis, yakni infeksi kronis rongga telinga tengah yang ditandai dengan perforasi permanen gendang telinga. Lalu keluarnya cairan yang berbau tidak sedap, baik hilang timbul atau terus menerus. Kekambuhan dapat disebabkan infeksi saluran napas atas atau jika telinga kemasukan air. Pada kondisi ini juga dapat terjadi gangguan pendengaran.

    "Pada OMSK pasien umumnya mengeluhkan telinga berdengung, keluar cairan. Pada keadaan yang berat, dapat terjadi komplikasi seperti vertigo, hingga penyebaran ke intrakranial," kata Arsia.

    Perbedaan Merawat Telinga pada Bayi dan Dewasa

    Peran orang tua, khususnya para ibu yang sering membersihkan kotoran telinga pada bayinya terutama sehabis mandi maka sebaiknya hal ini dilakukan hanya pada bagian luar telinga, yaitu sebatas yang terlihat secara kasat mata. 

    Hal ini dikarenakan gendang telinga pada bayi sangat dekat dengan telinga bagian luar dan berbeda dengan anatomi telinga pada orang dewasa. Dengan anjuran ini, diharapkan kondisi gendang telinga bayi tetap terjaga dari luka infeksi.

    Infeksi telinga dapat sembuh dan penanganan umumnya dapat dimulai dengan mengatasi rasa nyeri dan mengeradikasi kuman melalui  pengobatan antibiotik jika disebabkan oleh bakteri.

    "Biasanya diawali dengan pengalaman memiliki penyakit saluran pernapasan atau alergi seperti batuk pilek yang bisa menyebar ke organ telinga bagian tengah. Patofisiologi yang menyebabkan infeksi telinga tengah pada anak berbeda dengan dewasa. Pada anak infeksi lebih mudah terjadi karena tuba lebih pendek, lebih lebar dan lebih horizontal," terang dia. 

    Gejala yang terjadi pada anak umumnya sering menarik telinga, sulit tidur, tampak lebih rewel dari biasanya, demam sampai diatas 38 derajat celcius, terdapat cairan yang keluar dari telinga, dan kurangnya nafsu makan.

    Sementara pada orang dewasa gejala umumnya adalah nyeri pada telinga, penurunan kemampuan pendengaran, pusing berputar, sakit kepala, telinga berdenging.

    "Memeriksakan  dan membersihan telinga sebaiknya rutin dilakukan setiap enam bulan sekali dengan memgunjugi dokter spesialis THT," pungkas Arsia Dilla.

    Menurutnya, cara pembersihan telinga yang dilakukan dokter atau rumah sakit tentu lebih aman. Tiga metode yang biasa digunakan untuk membersihkan telingan yakni diambil menggunakan alat jika serumen padat, metode irigasi atau memasukan cairan steril ke dalam telinga, serta metode menggunakan alat khusus Microsuction yang dapat menyedot kotoran telinga.
     

    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id