Pelaku Bullying Sesungguhnya Memiliki PD yang Rendah

    Kumara Anggita - 21 Januari 2020 12:48 WIB
    Pelaku <i>Bullying</i> Sesungguhnya Memiliki PD yang Rendah
    Mengapa ada saja orang yang membully orang lain? Ada apa di dalam diri mereka? Simak penjelasan psikolog berikut ini. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Pelaku bullying atau perundungan pada pandangan pertama biasanya dilihat sebagai sosok yang superior. Ini karena segala tindakan atau kata-kata yang mereka berikan untuk mengecilkan orang yang lebih lemah darinya.

    Namun bila Anda sejenak berpikir lebih dalam. Tindakan ini sesungguhnya tak perlu muncul ketika seseorang memang sungguh superior.

    Hal ini dipertegas oleh Psikolog Klinis Dewasa, Yulius Steven, M.Psi., Psikolog, dari Sahabat Kariib. Menurutnya bullying atau perundungan muncul dari orang-orang dengan kepercayaan diri (PD) yang rendah.

    Yulius menyebutkan bahwa motivasi orang membully orang lain adalah untuk mendapatkan kekuatan. Hal mudah yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kekuatan adalah dengan mencari orang yang lebih lemah darinya.

    “Yang mendorong bully ke orang lain adalah pemenuhan kebutuhan akan power. Mereka ingin mendominasi, berkuasa, ingin in charge (memimpin atau berkuasa) sama sesuatu," paparnya.

    "Kebanyakan sasaran bully itu orang yang tidak berdaya misalnya kalau di sekolah ada orang yang kurang bisa ngomong dan bersosialisasi, agak canggung, tidak populer. Membully mereka memberikan power pada pelaku,” ungkapnya.

    Pelaku <i>Bullying</i> Sesungguhnya Memiliki PD yang Rendah
    (Pelaku perundungan atau pembully sebenarnya punya PD yang rendah. "Konsep dirinya kurang baik. Sebenarnya mereka bukan orang-orang yang superior atau pintar banget. Justru mereka punya sesuatu hal yang buat mereka tidak percaya diri," ujar Psikolog Yulius. Foto: Yulius Steven, M.Psi, Psikolog. Dok. Istimewa)

    Pembully ingin menutupi sesuatu hal

    Dia melanjutkan, mereka yang sampai membully orang lain sesungguhnya ingin menutupi hal lain yang lebih besar. Ada sesuatu yang sesungguhnya membuat dia tidak percaya diri.

    “Orang yang ingin mendapatkan power dengan cara ini didasari oleh perasaan-perasaan tidak berdaya yang ada di diri mereka,” jelasnya.

    “Mereka punya self-esteem rendah. Konsep dirinya kurang baik. Sebenarnya mereka bukan orang-orang yang superior atau pintar banget. Justru mereka punya sesuatu hal yang buat mereka tidak percaya diri. Hal ini dikompensasi dengan perilaku bully,” lanjutnya.

    Untuk menghindari posisi inferior tersebut alhasil mereka berusaha sebisa mungkin untuk berada pada posisi superior. Membully pun jadi pilihan mereka.

    “Daripada mereka menunjukkan ketidakpercayaan diri mereka lebih baik mereka yang membully. Mereka akan semakin malu bila diejek oleh orang lain. Itu hal yang tak menyenangkan. Ini dihindari oleh mereka,” jelasnya.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id