Jangan Jauhkan Penyandang Autisme

    K. Yudha Wirakusuma - 01 Agustus 2019 21:40 WIB
    Jangan Jauhkan Penyandang Autisme
    Suasana acara a group Charity Art Exhibition heart for autism yang diadakan oleh London School Center for Autism Awareness yang berkolaborasi bersama Daya Pelita Kasih Foundation di Sunrise Art of Gallery Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis, 1
    Menurutnya, peran orangtua sangat penting dalam pertumbuhan anak-anak penyandang autisme. Jadi jangan perlakukan anak penyandang autisme sesuka hati.


    Jakarta: Memandang sebelah mata penyandang autisme adalah hal yang salah. Sebab, para penyandang autisme memiliki hak dan kewajiban dengan masyarakat lainnya.

    “Jangan jauhkan mereka (penyandang autis-red), peluklah mereka, rangkullah mereka karena mereka punya ruang dan tempat yang sama seperti masyarakat pada umumnya,” kata
    Tokoh Nasional Penggerak Aksi Sosial Linda Gumelar di acara a group Charity Art Exhibition heart for autism yang diadakan oleh London School Center for Autism Awareness yang berkolaborasi bersama Daya Pelita Kasih Foundation di Sunrise Art of Gallery Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis, 1 Agustus 2019.

    Menurutnya, peran orangtua sangat penting dalam pertumbuhan anak-anak autisme. "Jangan perlakukan anak penyandang autisme sesuka hati. Perlu diingat anak-anak penyandang autisme mempunyai hak dan kewajiban yang sama, seperti tumbuh berkembang, hak untuk hidup jadi pahami hal tersebut,” tuturnya.

    Dia juga menegaskan selain peran orang tua, maka diperlukan kekuatan para ahli kesehatan karena ini menjadi terobosan buat penanganan anak penyandang autisme. Sehingga memerlukan waktu dan kerja keras, serta kesabaran di luar itu sosial media juga memiliki peran penting.

    “Tentu edukasi sangat penting, selain rasa saling menghormati. Jangan salah, anak- anak penyandang autisme itu mempunyai nilai kelebihan ketimbang orang hidup normal. Lihat saja pameran lukisan ini, semua dibuat oleh anak-anak penyandang autisme. Lukisan yang dituangkan pun memiliki arti dan makna yang bagus dalam kehidupan manusia,” tambahnya.

    Sementara itu, Head London School Center for Autism Awarness LSPR Chrisdina mengungkapkan pameran lukisan yang dibuat penyandang autisme kian memperkuat keberadaan mereka, dalam bentuk membangun lingkungan sosial.

    “LSPR merupakan universitas yang perduli dengan kehidupan sosial, melalui kegiatan ini otomatis membuat anak-anak penyandang autisme bisa mengeksplore keahliannya," ujarnya.

    Di LSPR juga terdapat teacher training yang sasarannya adalah anak-anak sekolah dasar yang terus diberikan pemahaman terhadap penyandang autisme, sehingga tidak lagi terjadi bullying.

    "Perihal penyandang autisme, kemudian parents and siblings di mana orang tua bisa saling berkomunikasi terhadap anak penyandang autis serta news letter perihal edukasi bagaimana mendidik anak-anak penyandang autisme,” ungkapnya.

    Di sisi lain, Pengajar Yayasan Daya Pelita Kasih Foundation Heri Bernadi menegaskan bahwa autisme bukanlah disebut penyakit atau penderita melainkan penyandang. Sehingga ungkapan bahwa autisme disebut sebagai penyakit atau penderita adalah salah besar.

    “Perlu diketahui juga, penyandang autisme memiliki logika yang tinggi, mereka lebih detail, konstan khususnya waktu sangat disiplin. Autis itu disebabkan adanya gangguan pada saraf otak. Penyandang autisme masih bisa membaca, mendengar meskipun kedua matanya tidak pernah fokus ketika berbicara pada lawan bicaranya,” urainya.

    Lantas, bagaimana dengan orang tua yang memiliki anak penyandang autisme? Baginya, di sinilah peran utama dari orang tua yang harus mempunyai tingkat kesabaran yang tinggi.

    “Anak penyandang autisme itu bisa dimarahi, bisa ditegur jika mereka melakukan kesalahan maka arahkan melalui pengertian yang jelas dan detail gunakan pengungkapan yang baik dan benar. Mereka tidak mudah emosi, hanya lingkungan yang membuat seperti itu oleh karena itulah pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak sehingga mereka bisa beradaptasi dengan baik di lingkungannya. Orang tua pun tidak harus merasa malu,” ucapnya.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id