Masalah Kesehatan yang Dihadapi pada Perempuan Usia 30 Tahun ke Atas

    Kumara Anggita - 21 Februari 2020 09:14 WIB
    Masalah Kesehatan yang Dihadapi pada Perempuan Usia 30 Tahun ke Atas
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Setiap memasuki umur tertentu, permasalahan kesehatan yang muncul memiliki ciri khas tersendiri. Ini berkaitan dengan hal apa yang biasanya dilakukan oleh orang-orang pada umur tersebut.

    Pada usia 30-an misalnya, dilansir dari Woman’s Day permasalahan yang kerap kali muncul terkait dengan persalinan. Tak hanya itu, penyakit pada usia 20-an seperti infeksi menular seksual, diabetes, melanoma, depresi, dan penyakit hati pun juga bisa muncul juga.

    Masalah persalinan

    Menurut National Institute of Child Health and Human Development, perempuan hamil dapat menderita anemia (kekurangan zat besi), diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, depresi, dan kegelisahan.

    "Sementara perempuan yang ingin hamil pada usia 30-an lebih cenderung berjuang dengan infertilitas dan mereka pun berisiko mengalami keguguran dan masalah kesehatan terkait kehamilan lainnya," seperti diutarakan Pusat Sumber Daya Kesehatan Wanita Nasional menurut National Women’s Health Resource Center.

    Penambahan berat badan dan rambut rontok

    Meskipun tidak selalu menunjukkan masalah atau kondisi kesehatan, banyak perempuan berusia 30-an juga mengalami penambahan berat badan dan rambut rontok. Oleh karena itu, ada baiknya saat memasuki usia ini mulai perbanyak berjalan, jogging, bersepeda atau berenang.

    Tak hanya itu, pola makan juga baiknya dijaga. Lakukanlah diet sehat yang seimbang dengan menghindari konsumsi lemak jenuh, perbanyak buah-buahan dan sayuran dan hindari makanan olahan. Penambahan berat badan dapat berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi.

    Lakukan pemeriksaan pap smear

    Janet Adeniran dari Novant Health Waverly Pediatrics & Primary Care di Charlotte, North Carolina, memberi tahu Woman's Day bahwa perempuan muda harus mulai menerima pap smear secara teratur pada usia 21 tahun. Tak hanya itu ini harus dilakukan secara rutin setiap tiga tahun sekali.

    Dr. Adeniran juga mengungkapkan bahwa pemeriksaan ini harus tetap diterima walaupun Anda sudah menginjak usia 30 tahun-an. Janet mengatakan pap smear dapat menyaring HPV, atau human papillomavirus, yang merupakan penyakit menular seksual yang dapat menjadi faktor predisposisi yang mengarah pada kanker serviks.

    Jangan lupa pula untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri untuk melihat apa sudah ada kelainan atau benjolan yang membahayakan.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id