Skrining Ulang Dilakukan pada WNI yang Tiba di Natuna

    Yatin Suleha - 03 Februari 2020 12:47 WIB
    Skrining Ulang Dilakukan pada WNI yang Tiba di Natuna
    (Foto: Dok. Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI)
    Natuna: Pada hari Minggu, 2 Februari 2020, sebanyak 238 Warga Negara Indonesia (WNI) berhasil dievakuasi dari Hubei, Tiongkok. 

    Pada awalnya sebanyak 245 WNI berencana dievakuasi dari Hubei, Tiongkok. Namun empat WNI menolak untuk dievakuasi, sedangkan tiga WNI lainnya tidak lolos screening sehinga wajib melaporkan kondisi kesehatannya ke otoritas setempat.

    Tak cukup dengan skrining yang dilakukan Ototritas Tiongkok, Warga Negara Indonesia (WNI) yang tiba dari Wuhan diskrining ulang di Natuna.

    Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto mengatakan supaya yakin WNI yang mendarat memang terbebas dari virus Novel Corona harus dicek ulang.

    "Kita cek ulang di sini (Natuna), saya harus memastikan semua harus dalam kondisi baik. Apa yang di declare di China bahwa orang sehat yang boleh terbang, saya juga declare di sini (Natuna) bahwa mereka juga tetap sehat," katanya, Minggu, 2 Februari 2020 di Natuna seperti ditulis dalam rilis yang dikeluarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.

    Proses skrining ulang harus dilakukan step by step, dr. Terawan mengatakan dirinya harus mengawasi proses tersebut, tidak boleh ada yang terlewatkan, satu per satu tahapan sesuai arahan WHO harus dikerjakan.

    "Kalau hasil skrining ulang itu clear semua (tidak ada yang tetular nCoV) kita cofident itu clear," ucap Menkes.

    Ia menjelaskan nantinya WNI dari Wuhan akan diskrining oleh tim kesehatan dari Kemenkes dan TNI. Dirinya akan mengawasi semua tahapan hingga beres termasuk membuat kegiatan yang membuat mereka nyaman selama masa karantina.

    Informasi awal jumlah WNI yang akan pulang ke Indonesia ada 245 orang, namun jumlah yang pasti tiba di Indonesia ada 238 orang, 4 orang mengundurkan diri karena lebih nyaman tinggal di sana, sisanya 3 orang tidak lolos skrining oleh Pemerintah Tiongkok.

    "Jadi Pemerintah China harus menyesuaikan standar WHO, jadi tidak boleh memberangkatkan siapapun (jika tidak lolos skrining)," ujar Menkes Terawan.

    Sebanyak tiga orang WNI yang tidak lolos skrining harus melaporkan diri ke otoritas China. Menkes dr. Terawan mengatakan pihaknya bisa membantu mereka untuk konsultasi melalui telepon. 

    Menurutnya hal seperti ini menunjukkan komitmen Pemerintah China bahwa mereka tidak akan memberangkatkan orang yang tidak lolos skrining.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id