Pakai Antibiotik Hanya Bila Anda Terkena Penyakit Infeksi Bakteri

    Kumara Anggita - 21 November 2019 17:24 WIB
    Pakai Antibiotik Hanya Bila Anda Terkena Penyakit Infeksi Bakteri
    Efek resistensi terhadap sembarangannya minum antibiotik akan lebih mahal. Simak informasinya. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Depok: Orang Indonesia paling suka pakai antibiotik untuk menyembuhkan setiap penyakit. Padahal antibiotik berfungsi untuk menyembuhkan penyakit-penyakit akibat bakteri.

    Tanpa disadari, kesalahpahaman sepele ini bisa begitu merugikan. Mereka jadi resistensi terhadap antibiotik.

    Saat ini, resistensi antibiotik diperkirakan mengakibatkan 700 ribu kematian di seluruh dunia. WHO mengingatkan bahwa jika tidak ada tindakan yang diambil, resistensi antibiotik diperkirakan akan mengakibatkan sekitar 10 juta kematian secara global setiap tahunnya pada tahun 2020.

    Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikrobial (KPRA), Dr. dr. Hari Paraton, Sp.OG menegaskan bahwa antibitoik berfungsi untuk membunuh bakteri. Karena itu, percuma bila Anda terkena penyakit yang tak ada kaitannya dengan bakteri namun tetap minum antibiotik

    "Ada bakteri, ada jamur, ada virus, ada parasit. Empat ini penyebab penyakit. Misalnya parasit itu cacingan, jamur panu, virus itu flu, batuk, pilek. Ini tidak bisa dibunuh oleh antibiotik. Tapi selalu pasien dapat antibiotik. Ini hal yang harus dihindari," ujarnya di RSUI Depok, Kamis, 21 November 2019.

    Pakai Antibiotik Hanya Bila Anda Terkena Penyakit Infeksi Bakteri
    (Jangan sembarangan menggunakan antibiotik tidak terukur, karena Efek dari kondisi resisten antibiotik, pasien harus menjalani perawatan yang lebih lama dan menanggung biaya perawatan yang lebih mahal. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

    "Hanya yang bakteri saja yang bisa diobati oleh antibiotik. Misalnya radang paru-paru, tbc, usus buntu, infeksi berat. Itu cocok. Jadi kalau diluar infeksi bakteri tidak boleh pakai antibiotik. Demam berdarah sampai koma juga tak perlu pakai antibiotik karena dia tak bisa bunuh virus," lanjutnya.

    Untuk itu, Anda harus cermat dalam memanfaatkan antibiotik. Tanya kepada dokter apakah penyakit yang sedang Anda derita berkaitan dengan infeksi bakteri atau tidak. Bila tidak, jangan minum antibiotik.

    "Memang ada parasit yang bisa dibunuh antibotik tapi diare yang cair misalnya itu virus tak perlu pakai antibiotik obatnya oralit. Jadi kalau ke dokter nanti tanya saya ini sakit infeksi bakteri apa bukan," jelasnya.

    Resistensi antibiotik dampaknya sangat merugikan. Bakteri jadi tidak dapat lagi dimatikan dengan antibiotik, sehingga mengancam kemampuan tubuh dalam melawan penyakit infeksi yang dapat mengakibatkan kecacatan bahkan kematian.

    Bakteri akan menjadi resisten dengan cepat jika pemakaian antibiotik berlebihan sehingga menyebabkan penyakit susah disembuhkan dan penyebaran sulit dihentikan.

    Jika jumlah bakteri yang resisten terhadap antibiotik semakin banyak, ragam prosedur medis seperti transplantasi organ, kemoterapi, pengobatan diabetes, dan operasi besar menjadi sangat berisiko.

    Efek dari kondisi ini, pasien harus menjalani perawatan yang lebih lama dan menanggung biaya perawatan yang lebih mahal.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id