Kenali Gejala Bulimia dan Cara Mengatasinya

    Raka Lestari - 08 September 2020 08:15 WIB
    Kenali Gejala Bulimia dan Cara Mengatasinya
    Ilustrasi-Freepik



    Jakarta: Bulimia nervosa adalah kelainan pola makan yang ditandai dengan siklus makan berlebihan. Kemudian mengeluarkannya melalui metode seperti muntah yang disengaja atau mengonsumsi obat pencahar.

    Jika tidak ditangani, bulimia dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang. Seperti kerusakan ginjal dan pecahnya esofagus.

     



    Bulimia merupakan gangguan kesehatan mental yang dapat menyebabkan komplikasi fisik. Menurut Patricia Celan, MD, seorang psikiater di Universitas Dalhousie di Kanada, bulimia nervosa melibatkan kekhawatiran yang berlebihan tentang bentuk tubuh dan berat badan, dengan ketakutan kronis bertambahnya berat badan.

    "Dibandingkan dengan anoreksia, di mana seseorang merasa cemas terhadap berat badannya dan mencoba untuk membatasi makan berlebihan, bulimia biasanya ditandai dengan makan berlebihan dan untuk menghindari kenaikan berat badan sengaja memicu tubuh agar muntah, diare, datau olahraga berlebihan,” kata Celan.

    Memperhatikan tanda-tanda gangguan makan sejak dini dapat membantu dalam mencari pengobatan dan mencegah kondisi menjadi lebih serius.

    "Intervensi dini dan akses ke pengobatan dapat membantu memastikan hasil pemulihan yang positif dan mengurangi konsekuensi medis jangka pendek dan panjang," kata Harry Brandt, MD, Direktur Medis Regional dari Eating Recovery Center.

    Beberapa gejala umum dari bulimia di antaranya adalah:
    -Episode makan berlebihan atau mengonsumsi makanan dalam jumlah yang sangat besar dalam satu kali makan. Ini terjadi pada frekuensi yang berbeda-beda, mulai dari beberapa kali sehari menjadi satu atau dua kali seminggu.

    -Sengaja muntah, berolahraga berlebihan, atau mengonsumsi obat pencahar untuk mencegah penambahan berat badan setelah makan berlebihan.

    -Makan dengan sangat cepat ketika dalam episode makan berlebihan.

    -Menggunakan obat kumur atau permen karet dalam jumlah yang berlebihan.

    Gejala ini bervariasi dari orang ke orang. Misalnya, tidak semua penderita bulimia muntah-muntah, beberapa orang akan menggunakan obat pencahar atau olahraga intens. Perilaku terkait bulimia lainnya dapat mencakup penggunaan pil diet, menyalahgunakan suntikan insulin, dan mengunyah makanan lalu memuntahkannya.

    "Jika Anda khawatir Anda atau orang terdekat mengalami bulimia, segeralah cari pengobatan. Penting untuk dicatat bahwa banyak pasien yang menderita bulimia memiliki berat badan normal dan mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda fisik penyakit tetapi bisa sangat sakit pada kenyataannya," kata Brandt.

    Menurut Brandt, episode makan berlebihan dapat berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental. Jadi, sebaiknya segera bicaakan ke dokter jika hal itu mulai terjadi.

    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id