Bayi Positif Covid-19 yang Meninggal Dikaitkan dengan Penyakit Kawasaki

    Raka Lestari - 18 Mei 2020 10:51 WIB
    Bayi Positif Covid-19 yang Meninggal Dikaitkan dengan Penyakit Kawasaki
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Seorang bayi meninggal karena covid-19. Namun, meninggalnya bayi yang baru berusia 8 bulan ini disinyalir bukan sekadar terkena korona, tetapi juga penyakit Kawasaki.

    Dilansir Daily Mail, bayi yang bernama Alexander Parsons ini sudah memiliki kondisi yang kurang sehat setelah dirawat di Plymouth Derriford Hospital pada 6 April lalu. Ketika itu aneurisma-nya pecah.

    Namun belakangan, Alex diagnosis menderita penyakit Kawasaki, yang membuat pembuluh darah di seluruh tubuhnya membengkak. Ia juga sebelumnya mengalami ruam, demam. dan pembengkakan kelenjar getah bening.

    Kini dengan segala penyakit yang dideritanya, Alex pun menutup usia dengan cepat. Sehingga ia merupakan pasien termuda yang menjadi korban akibat penyakit Kawasaki yang langka itu. Kathryn Rowlans, sang ibu menjelaskan bahwa kejadian ini membuatnya sangat sedih.

    “Saya tidak percaya bahwa saya merawatnya hanya untuk waktu yang singkat. Setelah ini, semua hal tidak akan sama lagi. Ia merupakan hal terbaik yang pernah saya miliki," ujar Kathryn.

    Petugas kesehatan yang membantu merawat Alex juga mengatakan bahwa para dokter dan perawat yang sudah membantu Alex bekerja dengan sangat keras.

    "Tetapi jika para dokter dan perawat bisa mengetahui lebih banyak mengenai hubungan antara covid-19 dan penyakit Kawasaki ini mungkin mereka bisa melakukan (upaya penyembuhan) lebih keras lagi," terang salah satu petugas kesehatan.

    Penyakit yang oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) disebut dengan multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) ini ditemukan menjadi salah satu penyebab covid-19 pada bulan lalu.

    Sebelumnya CDC menyebutkan, para penyedia kesehatan yang merawat atau mengurus pasien yang berusia kurang dari 21 tahun dan memiliki kriteria MIS-C sebaiknya melaporkan kasus terindikasi tersebut kepada pihak departemen kesehatan terdekat.

    Kondisi ini sebelumnya disebut sebagai Pediatric Multisystem Inflammatory Syndrome (PMIS). Di New York, Amerika Serikat sendiri dilaporkan sudah ada lebih dari seratus kasus yang dilaporkan dengan setidaknya tiga jumlah kasus kematian.

    Sunil Sood, seorang dokter anak di Cohen Children's Medical Center di New York, mengatakan bahwa kasus-kasus tersebut mulai muncul pada rentang waktu empat sampai enam minggu setelah seorang anak terinfeksi dan mengembangkan antibodi.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id