• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

 kesehatan         kemenkes  

Mengenal Penyakit New Emerging Disease dan Re-emerging Disease

Raka Lestari - 07 November 2018 17:44 wib
Salah satu ancaman kesehatan yang paling harus diwaspadai adalah
Salah satu ancaman kesehatan yang paling harus diwaspadai adalah apa yang disebut dengan New Emerging Infection Disease. (Foto: Dok. Kemenkes)

Jakarta: Salah satu ancaman kesehatan yang paling harus diwaspadai adalah apa yang disebut dengan New Emerging Infection Disease, yang kalau diterjemahkan artinya adalah infeksi yang baru muncul.

Dan sebagian besar, infeksi yang baru muncul tersebut sebagian besar bersumber dari binatang atau yang biasa disebut zoonosis.

"Ternyata infeksi yang baru muncul itu sebetulnya hampir 2/3 adalah penyakit yang bersumber dari binatang, kita sering menyebutnya zoonosis. Di dalam penyakit tular vektor/zoonosis yang bersumber dari binatang itu kita sudah mempunyai suatu pendekatan apa yang disebut dengan one health," ujar Kepala Badan Litbangkes Kemenkes RI Siswanto, pada jumpa pers di sela sela pertemuan GHSA ke 5 di Nusa Dua, Bali, Rabu 7 November 2018.

"Di dalam one health itu intinya bahwa fokus perhatian kita itu tidak hanya kepada manusia, karena ini bersumber binatang, ada tiga komponen yaitu manusia, binatang, dan di dalam wadahnya adalah lingkungan."

Menurut Siswanto, karena sifatnya adalah penyakit infeksi yang baru muncul maka untuk menentukan apakah seseorang benar menderita penyakit New Emerging Disease itu harus melalui pemeriksaan laboratorium.

"Untuk menentukan seseorang terkena MERS atau tidak, itu perlu dicek laboratorium untuk mengetahui apakah benar terkena penyakit tersebut atau tidak," tambah Siswanto.

Selain New Emerging Disease ada juga penyakit Re-emerging Disease. Berbeda dengan penyakit New Emerging Disease, penyakit Re-emerging Disease merupakan penyakit yang terjadi karena adanya mutasi dari penyakit awal.

(Baca juga: Kerja Sama Indonesia dalam GHSA Hadapi Penyakit Global)

"Contoh, sebagai ilustrasi bakteri TBC itu ternyata dia bermutasi yang disebut dengan multiple drug resistence tb. Begitu dia bermutasi menjadi multiple drug resistence tb itu dia menjadi tidak sensitif lagi dengan obat TBC yang ada."

Dan karena sudah tidak sensitif lagi, sehingga membutuhkan pengobatan yang lain. Dengan melakukan pengobatan lain, tentunya biaya akan menjadi lebih mahal dan waktu yang dibutuhkan juga menjadi lebih lama, serta kemungkinan untuk sembuhnya pun menjadi lebih kecil.

"Jadi boleh dikata re-emerging disease itu penyakit baru juga, tetapi kumannya merpakan jenis yang sudah lama," tambah Siswanto.

"Nah, itulah kenapa kita masyarakat juga harus dididik, kalau tidak infeksi sebaiknya jangan minum antibiotik. Kalau minum antibiotik, harus dilakukan dengan benar. Yang benar itu kan ada periodenya, minimal lima hari, minumnya tepat, dan lain sebagainya."




(TIN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.