Riset: Wanita Hamil yang Kerja Malam Berisiko Tinggi Alami Keguguran

    Anda Nurlaila - 27 Maret 2019 18:59 WIB
    Riset: Wanita Hamil yang Kerja Malam Berisiko Tinggi Alami Keguguran
    Hasil studi prospektif yang diterbitkan jurnal online Occupational & Environmental Medicine menunjukkan, wanita hamil menghadapi risiko keguguran lebih besar jika mereka bekerja shift malam. (Foto: Pexels.com)
    Hasil studi prospektif yang diterbitkan jurnal online Occupational & Environmental Medicine menunjukkan, wanita hamil menghadapi risiko keguguran lebih besar jika mereka bekerja shift malam. Tetapi hal ini didasarkan pada laporan masing-masing wanita hamil, dan belum mengukur tingkat kenaikan risiko atau jumlah kerja shift.


    Jakarta:
    Sebuah studi terbaru memberi peringatan bagi para ibu hamil yang bekerja di malam hari. Studi menemukan, wanita hamil yang bekerja dua shift malam dalam seminggu memiliki risiko keguguran lebih besar pada minggu berikutnya hingga 32 persen.

    Hasil studi prospektif ini diterbitkan jurnal online Occupational & Environmental Medicine. Studi sebelumnya menunjukkan wanita hamil menghadapi risiko keguguran lebih besar jika mereka bekerja shift malam.

    Tetapi hal ini didasarkan pada laporan masing-masing wanita hamil dan belum mengukur tingkat kenaikan risiko atau jumlah kerja shift.
     
    Untuk penelitian ini penulis mengakses data penggajian pada 22.744 wanita hamil yang bekerja di layanan publik, terutama rumah sakit, di Denmark.

    Kemudian mengaitkannya dengan data dari daftar nasional kelahiran dan keguguran yang diterima di rumah sakit di Denmark.

    Studi bertujuan menentukan bagaimana pengaruh kerja malam hari terhadap risiko keguguran pada kehamilan usia 4-22 minggu. Secara keseluruhan, terdapat 377.896 minggu kehamilan, dengan rata-rata kehamilan 19,7 minggu per wanita.

    Setelah minggu ke-8 kehamilan, wanita yang bekerja dua shift malam atau lebih pada minggu sebelumnya, berisiko keguguran 32 persen lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak bekerja shift malam pada minggu itu.

    Riset: Wanita Hamil yang Kerja Malam Berisiko Tinggi Alami Keguguran
    (Hasil studi prospektif yang diterbitkan jurnal online Occupational & Environmental Medicine menunjukkan, wanita hamil menghadapi risiko keguguran lebih besar jika mereka bekerja shift malam. Foto: Pexels.com)

    (Baca juga: Penyebab Keguguran di Awal Kehamilan)

    Risiko keguguran juga meningkat sesuai jumlah shift malam bekerja per minggu dan dengan jumlah shift malam berturut-turut.

    Hubungan antara kerja malam hari dan risiko keguguran lebih kuat setelah usia kehamilan minggu ke-8.

    "Hal ini dapat dijelaskan dengan penurunan proporsi kromosom abnormal janin dengan usia kehamilan, yang membuat hubungan dengan paparan lingkungan lebih mudah terdeteksi di antara keguguran yang terjadi kemudian," kata penulis seperti dimuat Science Daily.

    Riset adalah penelitian observasional, sehingga tidak dapat menentukan penyebabnya. Penulis menunjukkan bahwa data tentang keguguran, terutama keguguran awal tidak lengkap.

    Sekitar 14 persen wanita di Eropa melaporkan bekerja di malam hari setidaknya sebulan sekali. Sehingga temuan memiliki relevansi untuk wanita hamil yang bekerja serta majikan, dokter, dan bidan. Penulis studi menekankan, "Selain itu, hasilnya bisa berdampak pada peraturan kesehatan kerja nasional."

    Dalam hal mekanisme yang mendasari keguguran pada kehamilan, wanita yang bekerja shift malam terpapar cahaya malam hari yang mengganggu ritme sirkadian mereka dan mengurangi pelepasan melatonin.

    Melatonin terbukti penting dalam memertahankan kehamilan, kemungkinan berkaitan dengan fungsi plasenta.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id