Kasus Obesitas Tak Bisa Digeneralisasi

11 Januari 2019 17:17 wib
 Titi Wati, wanita obesitas dengan berat 300 Kg di rumahnya,
Titi Wati, wanita obesitas dengan berat 300 Kg di rumahnya, Jalan Bima Komplek G Obos Permai, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (Foto: MI/Surya Sriyanti)

Jakarta: Pakar nutrisi dr Tan Shot Yen menyebut kasus obesitas tidak selalu karena pola makan atau pola hidup. Beberapa contoh di antaranya adalah kasus obesitas yang dialami Titi Wati asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah berbeda dengan yang dialami Arya Permana, bocah asal Karawang, Jawa Barat.

"Jangan menyamaratakan kasus satu orang dengan orang lain karena ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang kegemukan," ujar Tan dalam Newsline Metro TV, Selasa, 8 Januari 2019.

Menurut Tan obesitas bisa disebabkan banyak hal di antaranya faktor keturunan, gaya hidup, kurang beraktivitas, sampai pola makan. Beberapa kasus obesitas juga disebabkan karena masalah kesehatan seperti sindroma cushing prader willi.

Kasus Titi Wati misalnya. Berdasarkan pengakuan Wati dalam hal pola makan Wati mengonsumsi makanan yang sama dengan seluruh anggota keluarga. Bahkan secara garis keturunan tidak ada riwayat di keluarganya yang mengalami nasib serupa. 

"Di sini kelihatan ada orang yang memang makannya sama kaya dia tapi tidak apa-apa. Jadi kita tidak bisa menyamaratakan," kata dia.

Wati menuturkan sempat ditemui oleh petugas kesehatan dan diberikan saran untuk menurunkan berat badan. Di antara tenaga medis yang mendatangi Wati ada pula yang menyarankannya untuk melakukan operasi.

Namun Tan mengaku tak sependapat dengan apa yang dinyatakan oleh tenaga medis pemeriksa Wati. Menurut dia Wati saat ini tidak membutuhkan saran klasik melainkan perlu ada intervensi. Anjuran operasi pun dinilai kurang tepat lantaran belum ada diagnosis yang tegak atas apa yang dialami Wati.

"Kasus Arya kenapa badannya lebih kecil karena mungkin pendidikannya salah; pola makan dan kurang aktivitas. Arya bukan hanya diatur pola makan dan olahraganya tapi juga gastrektomi (pemotongan lambung) bagi Wati mungkin tidak harus demikian," ungkapnya.

Tan mengatakan memberikan penanganan kepada Wati harus terlebih dulu diawali dengan pengecekan kesehatan seperti pemeriksaan metabolisme atau hormonal. Obesitas yang dialami Arya misalnya terjadi saat masa tumbuh kembang sedangkan Wati tidak. Dua contoh tersebut menunjukkan akar masalah dari dua kasus yang sama itu mungkin berbeda.

Tan menduga obesitas yang dialami Wati lebih kepada adanya sindroma cushing prader willi. Sindrom ini terjadi saat tubuh kelebihan memproduksi hormon kortikotropin.

Hormon ini diproduksi kelenjar anak ginjal yang peintahnya ada di otak. Ketika kelenjar di otak yakni hipofisis selalu memerintahkan berlebih, hormon ini akan bekerja ekstra pula. 

"Jadi pekerjaan kelenjar berlebihan yang bisa terjadi akibat masalah metabolisme. Itu yang menyebabkan orang menimbun lemak," ungkapnya.




(MEL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.