Kaitan Spa dengan Pikiran

    Sunnaholomi Halakrispen - 25 Januari 2020 14:05 WIB
    Kaitan Spa dengan Pikiran
    Spa memberikan efek relaksasi bagi tubuh. Sensasi nyaman, menyenangkan, dan menenangkan. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Spa memberikan efek relaksasi bagi tubuh. Sensasi nyaman, menyenangkan, dan menenangkan. Ternyata, spa juga bisa memengaruhi kondisi pikiran manusia. 

    Sebab, dengan melakukan spa dapat menstimulasi mind, body, and soul. Hal ini dijelaskan oleh Rosdiana Setyaningrum, M.Psi, M.HPEd selaku psikolog klinis yang berpraktek di MS School and Wellbeing Centre.

    "Saat kita rileks, kita bisa berpikir lebih baik. Kalau ditanya soal waktu belajar paling baik itu saat kita bangun tidur karena saat kita rileks otak kita bekerjanya dari alpha state," ujar Rosdiana di Gaya Spa Jalan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan.

    Ia memaparkan bahwa secara psikologi, ketika tubuh manusia dalam keadaan rileks, maka akan lebih bisa menerima segala sesuatu. Terutama, suatu hal yang akan dipikirkan. "Biasanya badan kita akan lebih baik untuk beraktivitas. Lebih sehat untuk menangkal penyakit," paparnya.

    Efek relaksasi itu pun diyakini dapat menangani stres. Sebab, kata Rosdinana, salah satu bentuk penanganan stres ialah dengan relaksasi. Apalagi, ada sentuhan dalam spa. 

    Namun, tidak ada patokan yang ideal untuk spa bisa mengontrol bahkan menangani stres. Tidak ada cara pasti karena setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda dan para terapist spa harus memahami hal tersebut.

    "Kalau massage Betawi untuk libido perempuan karena ada titik-titik limfe yang distimulasi. Beda dengan spa urat karena pijat urat. Itu yang bisa membuat kita rileks," imbuhnya.

    Rosdiana menyatakan bahwa di dalam psikologi sendiri ada jenis terapi untuk relaksasi, tetapi bukan massage. Manfaat dan tujuannya sama seperti efek yang didapatkan dari menjalani massage atau spa.

    "Di psikologi dijelaskan bahwa di tubuh kita memang ada titik-titik yang perlu distimulasi supaya bisa bekerja lebih baik. Tapi enggak semua orang cocok, tergantung pada tiap orang," tutur dia.

    Saat spa, pada masing-masing orang ada titik tertentu di tubuh yang akan dirangsang. Lantaran demikian, penting untuk mengenali dan memahami diri sendiri agar bisa menangani stres.

    "Contohnya dengan telapak tangan pegang jidat, tangan lainnya pegang bagian belakang kepala. Ini juga efeknya relaksasi. Karena ada poin-poin relaksasi, ada balancing, sama kayak kita melakukan refleksi," pungkasnya.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id