Makanan yang Meningkatkan Risiko Kanker

    Dhaifurrakhman Abas - 25 Mei 2019 15:50 WIB
    Makanan yang Meningkatkan Risiko Kanker
    Makanan yang Meningkatkan Risiko Kanker (Foto: shuttersrock)
    Jakarta: Penyakit kanker masih menjadi masalah yang tak kunjung kelar. Di negara maju seperti Amerika Serikat saja, diperkirakan ada 80.110 kasus kanker mengincar orang berumur lebih dari 20an pada 2015.

    Penyebab penyakit kanker yang ditemukan kini kian beragam. Dalam studi JNCI Cancer Spectrum, penyakit kanker ini juga disebabkan karena orang-orang doyan makan sembarangan. Selain itu, kanker juga kerap mengincar orang yang pola makannya berantakan.

    "Totalnya setara dengan 5,2% dari semua kasus kanker invasif yang baru didiagnosis di antara orang dewasa AS pada 2015," kata penulis, Dr. Fang Fang Zhang, ahli gizi dan epidemiologi kanker di Tufts University Boston.

    Pola makan sembarangan memiliko risiko kanker yang sebanding dengan konsumsi alkohol. Adapun tujuh faktor utama yang menyebabkan adalah rendahnya makan sayuran, buah-buahan, biji-bijian, produk susu dan asupan tinggi daging olahan, daging merah dan minuman manis, seperti soda.

    "Konsumsi biji-bijian yang rendah dikaitkan dengan beban kanker terbesar di AS, diikuti oleh asupan susu yang rendah, asupan daging olahan yang tinggi, asupan sayur dan buah yang rendah, asupan daging merah yang tinggi, dan asupan tinggi minuman yang dimaniskan dengan gula," kata Zhang.

    Hasil penelitian ini juga menyebut bahwa konsumsi daging olahan meningkatkan risiko kanker kolorektal, usus besar dan anus. Kanker juga disebabkan rendahnya asupan susu dan biji-bijian.

    “Kami juga menemukan bahwa usia dan etnis memengaruhi risiko kanker,” ujarnya.

    Zhang bilang, pria berusia 45 hingga 64 tahun rentan terserang penyakit kanker. Sementara itu etnis kulit hitam dan Hispanik memiliki proporsi tertinggi menjadi korban kanker yang disebabkan pola makan yang kurang sehat.

    “Lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok lain, para peneliti menemukan,” ujarnya.

    Dalam hasil temuan tersebut, Zhang mengambil data tentang asupan makanan orang dewasa di Amerika antara 2013 dan 2016. Hasil survei diambil dari  National Health and Nutrition Examination Survey US serta Centers for Disease Control and Prevention.

    Para peneliti menggunakan model penilaian risiko komparatif untuk perkirakan jumlah kasus kanker yang terkait dengan pola makan buruk. Metode ini digunakan karena efektif membantu mengevaluasi berapa banyak makanan yang mungkin berperan meningkatkan penyakit kanker di Amerika Serikat.

    Meski demikian, studi ini memiliki beberapa keterbatasan, termasuk bahwa data tidak dapat menjelaskan bagaimana hubungan antara diet dan risiko kanker dapat berubah seiring bertambahnya usia seseorang. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah asosiasi serupa akan muncul untuk tahun dan periode waktu lain di Amerika Serikat.



    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id