Cara Pengobatan dan Pencegahan Meningitis

    Raka Lestari - 09 April 2020 12:00 WIB
    Cara Pengobatan dan Pencegahan Meningitis
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Meningitis adalah peradangan (pembengkakan) selaput pelindung yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini tergolong berbahaya dan cukup mematikan.

    Infeksi bakteri atau virus dari cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang biasanya menyebabkan pembengkakan. Namun, cedera, kanker, obat-obatan tertentu, dan jenis infeksi lain juga dapat menyebabkan meningitis.

    Penting untuk mengetahui penyebab spesifik meningitis. Sebab perawatannya berbeda tergantung pada penyebab yang dialaminya.

    Dilansir dari website resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit meningitis berpotensi fatal dan harus selalu dianggap sebagai darurat medis. Penting sekali untuk dilakukan perawatan ke rumah sakit atau pusat kesehatan. Meskipun memang isolasi pasien tidak diperlukan.

    "Pengobatan meningitis bisa dilakukan dengan perawatan antibiotik yang tepat. Berbagai antibiotik dapat mengobati infeksi, termasuk penisilin, ampisilin, kloramfenikol, dan seftriakson," menurut WHO.

    Dan untuk mencegah terjadinya meningitis, WHO menyarankan untuk pemberian vaksin dan imunisasi sebagai berikut:

    Vaksin polisakarida

    Vaksin ini digunakan sebagai respons terhadap wabah. Terutama di Afrika:
    -Vaksin ini bivalen (serogrup A dan C), trivalen (A, C dan W), atau tetravalen (A, C, Y dan W).
    -Vaksin ini tidak efektif untuk pasien kurang dari usia 2 tahun.
    -Vaksin ini memiliki masa perlindungan selama 3 tahun. Tetapi tidak menyebabkan herd immunity

    Vaksin konjugasi

    Digunakan dalam pencegahan (dalam jadwal imunisasi rutin dan kampanye pencegahan) dan respons wabah:
    -Vaksin ini memberikan kekebalan yang lebih lama (5 tahun atau lebih), mencegah seseorang menjadi carrier dan bisa menyebabkan herd immunity.
    -Vaksin ini dapat digunakan segera setelah usia 1 tahun.
    -Vaksin yang tersedia meliputi, Monovalen C, Monovalen A, Tetravalen (serogrup A, C, Y, W)

    Vaksin berbasis protein

    Vaksin jenis ini masih tergolong baru. Yaitu baru digunakan pada 2017 dan digunakan sebagai respons untuk suatu wabah.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id