comscore

Tips Cerdas Mencegah Kanker Paru-paru

Sunnaholomi Halakrispen - 25 Juni 2020 08:10 WIB
Tips Cerdas Mencegah Kanker Paru-paru
Makan yang sehat dan berolahraga meski sekadar berjalan kaki jadi salah satu cara cerdas menghindari kanker paru-paru. (Foto: MI/Susanto)
Jakarta: Kanker paru-paru adalah salah satu penyakit yang mematikan dan tidak dapat dihindari. Namun, Anda bisa mencegahnya dengan melakukan sejumlah upaya dalam kebiasaan kehidupan sehari-hari.

Pertama, jangan merokok. Jika sudah terlanjur merokok, segeralah berhenti. Sebab di Amerika, merokok menyebabkan 90 persen kematian akibat kanker paru-paru, Hal ini sangat penting untuk ditekankan.
Dikutip dari The Healthy, American Lung Association menemukan bahwa pria yang merokok 23 kali lebih mungkin mengembangkan kanker paru-paru. Sedangkan wanita yang merokok 13 kali lebih mungkin terkena kanker paru-paru daripada mereka yang tidak merokok. Jika Anda tidak merokok, jangan coba-coba untuk memulainya.

Harapan hidup Anda akan meningkat jika Anda segera berhenti merokok. Menurut National Cancer Institute, orang berusia 25 hingga 35 tahun yang berhenti merokok bisa hidup 10 tahun lebih lama daripada orang yang tidak berhenti. Orang berusia 35 hingga 44 dapat hidup sekitar sembilan tahun lagi, dan perokok yang berhenti antara usia 45 dan 54 dapat mengharapkan enam tahun tambahan.

Angka-angka tersebut dapat bervariasi tergantung pada berapa lama Anda merokok dan seberapa sering melakukan kebiasaan itu. Jika Anda merokok dalam waktu lama, sangat penting untuk mencari tahu kondisi diri, apakah Anda mengalami gejala kanker paru-paru yang biasanya sulit diketahui.

Kebiasaan lainnya, hindari area asap rokok atau menjadi perokok pasif. Meskipun asap rokok tidak seburuk merokok sendiri, asap rokok dapat menyebabkan kanker jika Anda sering menghisap asap rokok.

"Perokok pasif memang membuat Anda berisiko terhadap semua risiko untuk rokok," tutur Kyle Hogarth, MD, profesor kedokteran, direktur Program Rehabilitasi Paru di Universitas Chicago.

CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat) memperkirakan bahwa orang yang terpapar asap rokok meningkatkan peluang mereka terkena kanker paru-paru. Yaitu sebesar 20 hingga 30 persen. Akan tetapi, menghitung jumlah paparan asap adalah hal yang hampir mustahil.

Dr. Hogarth mengatakan, faktor-faktor seperti riwayat keluarga Anda serta frekuensi dan intensitas perokok pasif, dapat membuat perbedaan apakah Anda menderita kanker paru-paru atau tidak.

Kemudian, lindungi dari Anda dari karsinogen berbahaya di tempat kerja. Jika Anda bekerja di pekerjaan yang sering di sekitar karsinogen berbahaya, seperti di lokasi konstruksi atau di pabrik nuklir, penting bagi Anda untuk melindungi diri terhadap karsinogen tersebut.

Sebagian besar bos akan bersikeras bahwa Anda mengenakan masker atau menggunakan respirator. Hogarth mendesak para pekerja untuk mengambil tindakan pencegahan ini, bahkan jika mereka merasa panas atau tidak nyaman dengan alat pelindung diri itu.

"Lakukan apa yang menurut atasan Anda harus Anda lakukan. Perhatikan bagaimana perasaan Anda saat Anda keluar dari tempat kerja Anda. Jika Anda kesulitan bernapas setelah pergi, segeralah melakukan skrining kanker paru-paru," papar Dr. Hogarth.

Kebiasaan baik lainnya sebagai upaya mencegah kanker paru-paru ialah makan dengan benar. Meskipun tidak ada makanan super yang dapat mencegah kanker paru-paru, makan makanan yang sehat membuat Anda lebih mudah untuk melawan kanker paru-paru jika telah berkembang.

"Seseorang yang makan dengan benar dan berolahraga cenderung menjadi orang yang lebih sehat. Konsumsilah makanan yang kaya vitamin E seperti almond, alpukat, dan mangga. Makanlah lemak dan gula dalam jumlah sedang, dan perbanyak minum air," jelasnya.

Jika Anda makan dengan benar dan tidak merokok, maka Anda seharusnya tidak berisiko tinggi terkena kanker paru-paru. Lalu, ketika dikombinasikan dengan berolahraga secara rutin, akan membantu menurunkan risiko kanker paru-paru juga.

Berolahragalah setidaknya tiga kali seminggu, tetapi itu bukan berarti Anda harus menggunakan treadmill atau berolahraga sepeda. Anda cukup berjalan-jalan di sekitar lingkungan tempat tinggal. Bisa juga pergi ke toko tertentu di mal, parkir di seberang mal dan berjalanlah ke toko dengan berjalan kaki.

Untuk itu cari cara mudah mendapatkan lebih banyak olahraga. Itu dilakukan jika Anda tidak punya banyak waktu untuk mendedikasikan diri ke gym atau fitness center.

(FIR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id