WNI dari Wuhan Dikarantina, Keluarga Boleh Berkunjung

    Sunnaholomi Halakrispen - 03 Februari 2020 11:18 WIB
    WNI dari Wuhan Dikarantina, Keluarga Boleh Berkunjung
    Keluarga WNI yang pulang dari Wuhan, Tiongkok boleh berkunjung untuk melihat kondisi mereka. (Foto: Dok. Medcom.id)
    Jakarta: Sebanyak 238 WNI (Warga Negara Indonesia) yang berada di Wuhan telah dipulangkan ke Tanah Air. Mereka dikarantina terlebih dahulu selama 14 hari. 

    Penerapan karantina tidak mengekang para WNI tersebut, bahkan keluarga mereka boleh berkunjung untuk melihat kondisi mereka. Dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Pennyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI.

    "Saya enggak bilang enggak boleh. Boleh, tapi tidak boleh ketemu langsung, tidak boleh ngobrol-ngobrol. Paling dia cuma bisa lihat, oh itu di sana," ujar dr. Wiendra di Gedung Kemenkes RI, Jakarta Selatan.

    Ia memaparkan, kondisi karantina ialah membatasi. Sebab, ratusan WNI itu telah mengunjungi lokasi yang terpapar oleh novel coronavirus di Tiongkok.

    Namun, Wiendra tidak memberikan penjelasan mengenai bagaimana detail kunjungan yang boleh dilakukan keluarga para WNI tersebut. Yang pasti, ada jarak tertentu yang ditetapkan sebagai syarat kunjungan.

    "Jarak berapa ya, lima meter. Ada sih ketentuan nanti. Yang jelas dia boleh jalan-jalan, jangan juga saya bilang jelek banget kayak di lapas itu," jelasnya.

    Ia meyakini bahwa negara tidak menutup-nutupi fakta yang ada. Hingga saat ini, kementerian terkait saling berkoordinasi dalam melakukan penanganan tepat bagi masyarakatnya. Ketika landing di Indonesia, mereka diarahkan menuju lokasi karantina.

    "Jadi nanti kalau naik pesawatnya mereka ditempatkan di area karantina, jadi tidak sama dengan pesawat yang landing biasa. Jadi di situ petugas naik, kemudian dilihat apakah ada demam panas atau apa, itu akan langsung dirujuk (ke rumah sakit)," ucapnya.

    Terdapat tiga rumah sakit rujukan. Di antaranya Rumah Sakit Umum Persahabatan, Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, dan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.

    Sedangkan, bagi mereka yang tidak menunjukkan gejala sakit seperti demam, batuk, maupun sesak napas, maka itu dianggap langsung dikarantina. 

    Sementara itu, sebanyak 245 WNI berada di Provinsi Hubei, Tiongkok. Sebanyak 238 sudah berhasil dievakuasi dan kini menjalani karantina di Natuna. Sementara itu, empat WNI menolak untuk dievakuasi, sedangkan tiga WNI lainnya tidak lolos screening sehinga wajib melaporkan kondisi kesehatannya ke otoritas setempat.

    Hingga Senin 3 Februari 2020, virus Korona telah mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 361 jiwa dan 17.238 dilaporkan terinfeksi.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id