Gejala Batu Tanduk Rusa Ginjal

    Kumara Anggita - 29 Juli 2020 16:16 WIB
    Gejala Batu Tanduk Rusa Ginjal
    Berikut ini adalah gejala batu tanduk rusa ginjal. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Batu tanduk rusa ginjal adalah salah satu penyakit yang sulit dideteksi. Ini karena penderitanya tidak begitu merasakan gejala yang spesifik.

    Karena itu dr. Ponco Birowo, Sp.U (K), Ph.D, Dokter Spesialis Urologi FKUI - RSCM menganjurkan agar masyarakat, khususnya orang tua yang berusia 55-64 tahun untuk memeriksakan kesehatan ginjalnya. Dengan seperti itu, bila ditemukan batu akan lebih mudah ditasi.

    “Pasien staghorn stone atau batu tanduk rusa ginjal sering kali tidak merasakan adanya gejala atau keluhan, jika ada sering kali tidak disadari. Oleh sebab itu, batu ginjal bisa menjadi besar," ungkapnya dalam Virtual Media Briefing RS dengan tema Teknik Operasi untuk Menghancurkan Batu Tanduk Rusak Ginjal kini Tanpa Radiasi, Rabu, 29 Juli 2020.

    "Jika batunya masih kecil ada keluhan, biasanya akan ke dokter dan langsung diterapi sebelum menjadi besar,” tambah dr. Ponco. 

    Dr. Ponco menyebutkan bahwa ada beberapa gejala batu tanduk rusa ginjal yang perlu diwaspadai seperti:

    - Nyeri pinggang hilang timbul tanpa dipengaruhi gerakan
    - Kencing warna merah atau
    - Kencing darah
    - Kencing keruh berpasir atau 
    - Keluar batu kecil

    “Dan bila sudah lanjut karena infeksi, ada demam dan nyeri saat berkemih,” jelasnya.

    Pengobatan

    Bila Anda memiliki penyakit ini, Anda bisa dioperasi. Saat ini, sudah ada operasi batu ginjal yaitu Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) tanpa radiasi.

    PCNL ini tidak lagi menggunakan x-ray melainkan dengan ultrasonografi (USG) sehingga risiko paparan radiasi nol dan meminimalisasi obat-obatan terkait sehingga relatif menghemat biaya yang dikeluarkan. 

    Pada operasi PCNL bebas x-ray ini, saat membuat akses ke ginjal, biasanya menggunakan ballon dilator yang sekali pakai dan harganya cukup mahal. 

    Dr. Ponco mengembangkan teknik operasi PCNL bebas x-ray yang menggunakan Alken Telecopic Metal Dilator yang dapat digunakan berkali kali sehingga lebih ekonomis dari segi biaya. 

    Teknik ini sudah dilaporkan dalam dua jurnal ilmiah bereputasi internasional yaitu Research and Reports in Urology tahun 2020 dan International Urology and Nephrology tahun 2020. 

    (TIN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id