Cara Menangani Konstipasi Anak

    Kumara Anggita - 28 Februari 2020 10:00 WIB
    Cara Menangani Konstipasi Anak
    Menurut dr. Frieda Handayani K., Sp.A (K) ada tiga langkah mengatasi konstipasi pada si kecil. Berikut selengkapnya. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Ada momennya ketika anak sulit untuk buang air besar. Ini dinamakan konstipasi. Gangguan cerna ini tentunya bisa bikin anak tidak nyaman dan Anda sebagai orang tua panik. Namun Anda tak perlu khawatir lagi sekarang karena ada tiga cara menangani konstipasi pada anak.

    Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastroenteropologi Hepatilogi Anak RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, dr. Frieda Handayani K., Sp. A (K) menyebutkan bahwa konstipasi ditandai dengan frekuensi BAB <2x seminggu. Saat itu, anak jadi mengedan dan kesakitan, tinjanya juga keras dan bulat. 

    Kemungkinan besar gangguan cerna ini terjadi karena perubahan pola makan di lingkungan. Konstipasi akut terjadi di bawah tiga bulan sementara yang kronik di atas tiga bulan.

    Untuk menanganinya, ada tiga langkah yang perlu dilakukan antara lain:

    1. Clean-out treatment

    Ini adalah upaya untuk mengevakuasi tinja. “Tinja akan besar sekali seperti bom berbatu-batu. Ini langsung dikeluarkan. Ada juga yang sudah lama berada di usus besar sehingga terserap airnya. Tinja akan semakin keras dan semakin susah di keluarin. Nanti anak akan trauma. Dia tidak mau lagi keluarin karena sakit. Tinja akhirnya makin numpuk,” ujarnya di Menteng.

    2. Obat rumahan, pijat perut, dan toilet training

    Langkah kedua adalah menggunakan obat rumahan, pijat perut, dan toilet training. Obat di sini adalah laktulosa. “Pas sudah kempes perutnya, anak akan merasa enak tapi kalau tidak konstipasi bisa terulang 3-6 bulan lagi. Ini terjadi karena multifaktor. Karena itu, ditekanakan untuk minum obat rumahan. Tiap hari ini diminum tidak bahaya, hanya untuk melancarkan tinja,” ujarnya. 

    Dilanjutkan dengan pijat perut anak. Anda bisa menerapkan teknik pijat I Love You. Anda pijat dengan pola huruf L dan juga dengan pola huruf U. Selain itu, Anda juga bisa memijat kaki bayi dengan gerakan mengayuh sepeda. Anda bisa melihat cara pstinya lewat internet. 

    Dan jangan lupa untuk mengajarkan anak untuk berlatih menggunakan toilet. Misalnya dengan cara membawa anak untuk duduk di toilet sekitar 10 menit. 

    3. Berkosultasi ke dokter spesialis anak

    Ini dilakukan untuk menentukan penyebab konstipasi itu terjadi. “Kalau konstipasi berulang perlu diadakan pemeriksaan dengan dokter spesialis,” ujarnya. 




    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id