Robin: Hidup di Wuhan, Setiap Hari Aku Harus Melakukan Misi

    Kumara Anggita - 10 Februari 2020 07:40 WIB
    Robin: Hidup di Wuhan, Setiap Hari Aku Harus Melakukan Misi
    Robin, penduduk Wuhan mengatakan, “Aku seperti main game, hari ini dan setiap hari aku harus melakukan misi,” ungkapnya. (Foto: Courtesy of Instagram Quicktake/@quicktake)
    Jakarta: Virus korona menjadi pembicaraan global yang belum terselesaikan. Semua orang sebisa mungkin menghindari penyakit ini karena belum ada penawarnya. Namun apa daya, tetap saja ada yang kena.

    Mereka yang tinggal di tempat asal virus ini yaitu Wuhan, Hubei, Tiongkok menghadapi teknanan dua kali lipat. Ini karena potensi mereka tertular jauh lebih besar dan mereka harus hidup terisolasi. 

    Hidup di Wuhan setiap harinya adalah perjuangan, dilansir dari Quicktake, Robin salah satu warga yang tinggal di Wuhan pun membagikan aktivitasnya dalam sebuah video. Apa yang dibagikannya pada internet menggambarkan suasana Wuhan pada tanggal 3 Februari 2020. Hari ke-12 kota Wuhan diisolasi.

    Dia bercerita bahwa pada hari itu, istrinya tinggal di rumah dan dia memutuskan untuk pergi keluar mencari kebutuhan. Apa yang dikenakan serupa dengan orang yang ingin bertempur. Robin menutup seluruh tubuhnya dengan menggunakan masker, helm motor, dan jaket hitam. 

    Dia mengungkapkan bahwa penampilannya ini bisa ada untuk melindungi dirinya sendiri dan orang lain di sekitarnya. Robin pun berjalan menyusuri kota Wuhan seperti orang pada umumnya. 

    Hal pertama yang dia cari adalah masker di farmasi namun sayangnya dia tidak bisa membelinya lagi karena stok sudah tak tersedia. Keterbatasan ini membuat Robin hanya membawa dua masker gratis yang diberikan oleh seorang wanita yang sedang berada di toko farmasi tersebut. Wanita yang menjual masker pun mengatakan bahwa hari esok, masker tetap tidak ada.

    Selanjutnya, Robin melanjutkan perjalanannya ke supermarket untuk membeli kebutuhan pangan. Karena datang agak telat stok makanan tidak lengkap lagi. Namun untungnya dia masih bisa membeli beberapa jenis sayuran untuk dibawa pulang. 

    “Aku beli beli bayam, kol, daun mustard, bok choy. Aku datang agak telat jadi tak ada banyak yang tersisa,” ujarnya.

    Di tengah-tengah perjuangannya, Robin masih sempat bergurau. Dia merasa bahwa kehidupannya di Wuhan akhir-akhir ini layaknya sebuah permainan yang setiap harinya harus ada misi yang dituntaskan. 

    “Aku seperti main game, hari ini dan setiap hari aku harus melakukan misi,” ungkapnya. “Misi hari ini sudah selesai, saya menyelamatkan 3-4 kg sayur dan masker gratis,” lanjutnya.

    Dia pun terus berjalan dan kembali ke rumahnya. Jalanan tampak sepi, hanya ada wajahnya yang tertutup masker dan helm motor dalam keadaan menghadap kamera. Begitulah kehidupan di Wuhan yang dihantui oleh virus yang belum ada jawabannya.

    Anda yang tak berada di sana, tak perlu terlalu panik karena Robin bahkan bisa menjalani kehidupan dengan tenang dan kuat. Tetaplah terus menjaga kesehatan. Minimal mencuci tangan dengan sabun di air mengalir setelah selesai melakukan beragam aktivitas.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id