Anak Tidak Perlu Tunda Vaksinasi di Tengah Pandemi

    Kumara Anggita - 16 September 2020 16:05 WIB
    Anak Tidak Perlu Tunda Vaksinasi di Tengah Pandemi
    Ilustrasi. Foto: Pexels
    Jakarta: Covid-19 membuat orang tua menunda pemberian vaksin pada anaknya. Ini karena, rumah sakit dianggap sebagai tempat penyebaran virus. 

    Namun sesungguhnya, penundaan vaksin tidak perlu dilakukan orang tua karena dampaknya bisa lebih merugikan bagi kesehatan anak. Yang penting orang tua tahu pergi ke rumah sakit dengan cara yang aman. 

    “Penting sekali untuk orang tua agar paham tentang tanda-tanda kegawatdaruratan karena terus terang Indonesia ini masalahnya bukan Covid-19 saja. Sebelum pandemi ini, masalah stunting ada 30 persen (anak balita) akibatnya daya tahan tubuhnya kurang,” ujar dr. Yogi Prawira, Sp.A(K), Konsultan Emergenis dan Rawat Intensif Anak FKUI-RSCM dan Ketua Satgas Covid-19 IDAI.

    “Bayangkan karena pandemi, orang semakin takut bawa ke rumah sakit. Tidak divaksin, posyandu tutup,” ungkapnya.

    “Ketakutannya setelah pandemi ini selesai, penyakit-penyakit berbahaya yang sebenarnya bisa dicegah seperti disentri tetanus, polio, hepatitis. Itu bisa timbul wabah-wabah baru,” jelasnya.

    Ada beberapa tips aman yang bisa Anda terapkan saat pergi ke rumah sakit antara lain:

    Cari fasilitas kesehatan yang memisahkan orang sakit dan sehat

    “Cari layanan yang rumah sakit, posyandu, atau puskesmas yang memisahkan anak sehat dengan anak sakit. Lebih bagus lagi memisahkan anak dan dewasa. Kemudian bagaimana paparan tidak lama-lama,” ungkapnya.

    Hindari ruangan tertutup

    “Hindari ruangan yang tertutup, yang AC nya sentral, tidak ada fentilasi alamiah,” jelasnya.

    Hindari tempat ramai

    dr. Yogi juga menganjurkan Anda untuk mencari jadwal rumah sakit yang sedang sepi pengunjung. Hindari datang di hari ketika rumah sakit penuh seperti akhir pekan. 

    Hindari percakapan dekat

    “Datang ke sana sudah tau mau vaksin apa, suntik, setelah itu segera keluar,  kalau perlu konsultasi lebih lanjut chat saja atau telekomunikasi,” ujarnya.

    Dampingi anak

    “Biasanya ramai-ramai vaksin, ada tante, ayah, ibu, kakak,adik, dan lain-lain. ini jangan satu anak cukup didampingi satu orang tua,” jelasnya.



    (YDH)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id