Dampak dari Gigitan Tikus

    Kumara Anggita - 20 September 2020 16:51 WIB
    Dampak dari Gigitan Tikus
    Berikut ini adalah dampak dari gigitan tikus yang bisa terjadi pada Anda. (Foto: Dok. Ryan Stone/Unsplash.com)
    Jakarta: Tikus adalah salah satu binatang binatang yang cukup banyak orang takuti. Ini karena tikus dianggap bisa menyebarkan penyakit. Lalu bagaimana bila seseorang digigit oleh binatang yang satu ini. Apa dampaknya bagi tubuh ya?

    Dikutip dari Healthline, ada beberapa potensi risiko yang muncul karena gigitan tikus antara lain:

    1. Reaksi alergi

    Sebuah studi kasus 2014 menggambarkan seorang penjaga hewan yang mengalami reaksi alergi setelah digigit tikus laboratorium. 

    Pria berusia 55 tahun itu mendapat gigitan di jari tengahnya. Dalam 10 menit seluruh tubuhnya menjadi gatal dan dia mengalami ruam di lengannya.

    Lima menit kemudian, dia mengembangkan bibir yang bengkak dan dia menjadi pusing. Gejala pria itu mereda dalam delapan jam setelah masuk ke rumah sakit.

    2. Demam gigitan tikus

    Demam gigitan tikus adalah jenis infeksi yang dibawa oleh bakteri yang hidup pada beberapa hewan. Ini dapat ditularkan melalui gigitan atau dengan mengonsumsi makanan dan air yang terkontaminasi kotoran atau urine hewan tertentu seperti tikus. 

    Gejala biasanya mulai dalam 3 sampai 10 hari. Dalam beberapa kasus, ini mungkin tertunda hingga 21 hari. Ini menyebabkan gejala seperti:

    - demam
    - muntah
    - sakit kepala
    - nyeri otot
    - pembengkakan atau nyeri sendi 
    - ruam
     
     
     

    3. Hantavirus

    Hantavirus adalah penyakit langka namun berpotensi mematikan yang disebarkan oleh tikus rusa dan tikus berkaki putih. Ini memiliki tingkat kematian 38 persen. Gejala awal infeksi hantavirus ini antara lain:

    - demam
    - kelelahan
    - nyeri otot
    - pusing
    - panas dingin
    - mual
    - muntah
    - diare
    - sakit perut

    Dan 4 hingga 10 hari setelah infeksi, beberapa orang mengalami gejala seperti:

    - sesak napas
    - batuk
    - perasaan menegang di sekitar dada Anda
    - cairan di paru-paru

    Hantavirus dapat menyebar melalui air liur tikus, urine, atau feses. Penularan melalui gigitan tikus jarang terjadi. Biasanya, orang mengembangkannya melalui penularan melalui udara.

    4. Koriomeningitis limfositik

    Koriomeningitis limfositik adalah penyakit virus yang dibawa oleh hewan seperti tikus. Diperkirakan lima persen tikus rumahan di Amerika Serikat mengidap choriomeningitis limfositik. Ini dapat ditularkan ke manusia melalui air liur, darah, kotoran, atau urine.

    Gejala biasanya timbul dalam 8 sampai 13 hari. Gejala awal sering kali meliputi:

    - demam
    - perasaan umum tidak sehat
    - kehilangan selera makan
    - sakit kepala
    - muntah

    Jika infeksi menyebar, itu dapat menyebabkan kondisi yang lebih serius seperti meningitis. Meningitis adalah infeksi jaringan yang melapisi sumsum tulang belakang dan otak Anda.


    (TIN)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id