IDI Sarankan Pemerintah Segera Lacak Covid-19 di Indonesia

    Sunnaholomi Halakrispen - 15 Februari 2020 08:05 WIB
    IDI Sarankan Pemerintah Segera Lacak Covid-19 di Indonesia
    dr. Daeng M. Faqih selaku Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dalam kegiatan Konferensi Pers Kerja Sama IDI dengan Good Doctor dan Grab, di Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Februari 2020. (Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispe
    Jakarta: Virus korona Covid-19 terdeteksi menyebar di lebih dari 20 negara. Namun, hingga hari ini, di Indonesia tidak ditemukan. Meski demikian, IDI menyarankan agar pemerintah segera melacak apakah ada penyebaran Covid-19 di Indonesia.

    "Rekomendasi kita, pemerintah mengaktifkan pelacakan kasus di masyarakat," ujar dr. Daeng M. Faqih, Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) di Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Februari 2020.

    Sebab, pelacakan yang dilakukan sedini mungkin memengaruhi pendeteksian kondisi masyarakat terkait Covid-19. Apabila ada yang terdeteksi mengalami gejala, bisa segera diobservasi.

    Terkait pendeteksian, telah dilakukan bukan hanya untuk Covid-19. Namun, lantaran kasus Covid-19 merupakan new emerging infectious disease dan menjadi perhatian internasional, maka seharusnya lebih ditingkatkan lagi oleh pemerintah.

    "Program biasa di Puskesmas. Tinggal sekarang dikuatkan saja. Pelacakan kasus itu sudah biasa, tinggal pemerintah kasih penekanan khusus untuk korona ini," jelas Daeng.

    Daeng pun mengaku bahwa IDI turut berperan untuk membantu pelacakan di daerah, dengan memberikan pemahaman kepada seluruh dokter di Puskesmas. Di antaranya, mengacu pada pedoman yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

    "Jadi sangu keterampilan itu sudah kami sebarkan. Jadi kalau dari segi jejaring dan kesiapan tenaga, kita sudah siap. Tinggal itu didorong untuk melakukan langkah pelacakan lebih gencar atau aktif," ucapnya.

    Sementara itu, jumlah korban tewas virus korona Covid-19 bertambah 242 di provinsi Hubei, Tiongkok. Berdasarkan data di situs Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok per hari ini, Kamis 13 Februari 2020, total kematian akibat virus korona Covid-19 di Tiongkok mencapai 1.310.

    Masih dari keterangan Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, tambahan 14.840 kasus terdeteksi di Hubei, provinsi pusat penyebaran virus korona Covid-19. Dikutip dari laman The Straits Times, total infeksinya kini mencapai 48.206.

    Sementara untuk kematian di luar Tiongkok tercatat ada dua kasus, yakni di Filipina dan Hong Kong. Lonjakan angka kematian terjadi saat otoritas Tiongkok sedang memperluas definisi mereka terhadap kasus Covid-19. Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok kini mulai meneliti kasus korona yang didiagnosis melalui metode klinis terbaru.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id