Pakai Sarung Tangan ke Supermarket Tak Melindungi Anda dari Covid-19?

    Kumara Anggita - 03 Juni 2020 16:12 WIB
    Pakai Sarung Tangan ke Supermarket Tak Melindungi Anda dari Covid-19?
    Apakah sarung tangan karet bisa melindungi Anda dari terkena virus korona atau covid-19? Berikut sejumlah alasan dari para ahli. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Saat Anda sedang belanja bulanan di supermarket, Anda mungkin akan melihat pemandangan di mana orang-orang ada yang pakai sarung tangan. Hal ini umumnya dilakukan mereka untuk melindungi diri dari covid-19.

    Namun apakah usaha mereka ini memang benar efektif? Natasha Hinde dalam Huffpost menulis bahwa pakai sarung tangan ke supermarket tak sepenuhnya efektif, karena kemungkinan Anda tetap saja akan menyentuh mata, hidung, dan mulut di mana virus korona bisa masuk. 

    Jangan lupa Anda tetap menjawab telepon atau whatsapp ketika berbelanja, dan lagi-lagi Anda bisa lupa kalau sedang pakai sarung tangan karet.

    “Apa gunanya sarung tangan?" tanya Profesor Sally Bloomfield, profesor kehormatan di London School of Hygiene dan Tropical Medicine. "Saat Anda berjalan-jalan di supermarket, Anda bisa dengan mudah menyentuh hidung, mulut, dan mata Anda dengan tangan bersarung tangan."

    "Satu-satunya alasan itu mungkin membantu adalah jika Anda ingat Anda mengenakan sarung tangan dan berpikir ‘Oh tidak, saya tidak boleh menyentuh wajah saya’,” ungkapnya.

    "Saya tidak mengerti mengapa kami mengenakan sarung tangan," lanjutnya. “Saya pikir orang-orang berpikir bahwa masker dan sarung tangan saling berhubungan, karena itu adalah APD (alat pelindung diri), dan di rumah sakit, orang-orang memakai masker dan sarung tangan. Jadi di luar jika Anda akan memakai masker, Anda akan memakai sarung tangan,” ujarnya.

    Pakai Sarung Tangan ke Supermarket Tak Melindungi Anda dari Covid-19?
    (Tenaga medis sudah terlatih dalam menggunakan sarung tangan karet dan membuangnya dengan aman. Foto: Pexels.com)

    Berbeda dan staf medis

    Kenyataannya adalah di rumah sakit, staf mungkin melakukan kontak dekat dengan pasien yang sangat sakit dan mereka mungkin juga bersentuhan dengan cairan tubuh. Akan tetapi, yang perlu diingat bahwa mereka sudah terlatih untuk menggunakan sarung tangan dengan benar.

    Ini termasuk bagaimana mereka melepasnya dengan aman, mereka menjangkau ke dalam setiap sarung tangan dan melepasnya tanpa menyentuh bagian luar sebelum membuangnya.

    Untuk masyarakat umum, ini tidak masuk akal. “Sarung tangan hanyalah 'perpanjangan tangan kita',", kata Prof Bloomfield. Memakai sarung tangan membuat orang jadi memiliki rasa aman yang salah dan membuat mereka berpikir bahwa mereka terlindungi dengan baik, padahal sebenarnya tidak."

    Menurutnya, ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi oleh virus, lalu kemudian menyentuh wajah dengan tangan bersarung, itu sama saja dengan menyentuh wajah Anda dengan tangan biasa. 

    “Kita tahu dari beberapa penelitian bahwa virus dapat hidup di permukaan hingga 72 jam,” tambahnya. WHO tidak merekomendasikan masyarakat memakai sarung tangan karet. 

    “Secara teratur mencuci tangan kosong Anda lebih baik, dan lebih memberi perlindungan terhadap covid-19 daripada mengenakan sarung tangan karet,” kata pedoman WHO. 

    “Anda masih bisa terkena kontaminasi covid-19 pada sarung tangan karet,” tambahnya. Masalah lainnya adalah sarung tangan sering dibuang di tanah daripada di tempat sampah. Ini berbahaya bila seorang anak secara tak sadar mengambil atau menyentuhnya.

    Pakai sarung tangan hanya dalam keadaan terdesak

    Dr Ed Wright, dosen senior mikrobiologi di University of Sussex mengatakan bahwa sarung tangan dapat bertindak sebagai bentuk perlindungan ketika mencuci tangan tidak memungkinkan. 

    Misalnya, pembersih tangan tidak tersedia dan Anda tidak yakin apakah suatu permukaan terkontaminasi atau tidak. Namun kembali lagi, sarung tangan ini harus digunakan dengan cara yang benar dan dibuang dengan aman.

    "Pelepasan dan pembuangan sarung tangan yang aman berarti jika ada virus di permukaan namun tidak ada yang tersisa di tangan Anda," katanya. 




    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id