Cara Meredakan Mual dan Muntah pada Anak

    Anda Nurlaila - 13 Juli 2019 14:10 WIB
    Cara Meredakan Mual dan Muntah pada Anak
    Ilustrasi--(Foto: Pixabay.com)
    Tak perlu panik, jika anak Anda mual kemudian muntah. Sebab, biasanya muntah pada anak tidak terlalu berbahaya. Penyebab umumnya adalah virus lambung dan terkadang keracunan makanan. Periksa dengan dokter Anda jika bayi berusia kurang dari 12 minggu mengalami muntah dan demam.  


    Jakarta: Anak-anak kerap mengaku mual yang kemudian memuntahkan. Hal ini dapat membuat kekhawatiran sendiri bagi orang tua. 

    Serangan muntah pada anak-anak biasanya tidak berbahaya, dan akan berlalu dengan cepat. Penyebab umumnya adalah virus lambung dan terkadang keracunan makanan. Periksa dengan dokter Anda jika bayi berusia kurang dari 12 minggu mengalami muntah dan demam.  

    Saat mengalami mual dan muntah, Anda dapat mengurangi dan meredakannya, seperti dimuat dalam WebMD. 

    Tanda-tanda dehidrasi

    Salah satu hal terbaik adalah memerhatikan apakah anak dehidrasi atau tidak. Anak lebih mudah kehilangan cairan daripada orang dewasa. Jika anak rewel, kelelahan, mulut kering, sedikit air mata saat menangis, kulit dingin, mata yang cekung, tidak buang air kecil sesering biasanya, atau buang air kecil sedikit dan warna urin kuning gelap bisa jadi tanda dehidrasi.

    Cara mengatasi dehidrasi

    Untuk mencegah dan meredakan dehidrasi, usahakan anak minum. Bahkan jika muntah berlanjut, anak akan menyerap sebagian air yang Anda beri. Selain air putih, minuman olah raga atau larutan rehidrasi seperti oralit bisa Anda berikan. Setelah anak muntah beri dalam jumlah kecil, beberapa sendok makan setiap beberapa menit. Setelah beberapa lama, beri lebih banyak karena perut anak mulai dapat menahannya. Pastikan anak buang air kecil secara teratur.

    Bagaimana dengan soda

    Meski banyak orang tua dan dokter yang menyarankan, minuman rehidrasi oral lebih baik untuk anak. Minuman rehidrasi menawarkan jumlah gula dan garam yang tepat. Alternatif lain adalah minuman olahraga yang dicampur dengan jumlah air yang sama.

    Diet cairan

    Beberapa jam setelah muntah, Anda dapat memberi diet cairan bening di luar air atau elektrolit. atau solusi rehidrasi oral. Kaldu bening dan jus, es loli dan jelly yang memberi nutrisi namun dapat dicerna lebih baik.

    Obat-obatan

    Muntah pada anak-anak biasanya hilang, sehingga sebaiknya tunggu. Obat-obatan bebas untuk muntah tidak dianjurkan untuk anak-anak. Obat-obatan itu tidak akan membantu jika penyebabnya virus. Cairan lebih baik daripada obat-obatan. Namun jika muntahnya parah, dokter mungkin akan meresepkan sesuatu.

    Obat rumahan: Jahe

    Rempah ini digunakan selama ribuan tahun untuk mengurangi rasa sakit dan penyakit perut. Para peneliti percaya bahan kimia dalam jahe bekerja di perut dan usus serta otak dan sistem saraf untuk mengendalikan mual. Meskipun tidak terbukti dapat menghentikan mual dan muntah pada anak-anak, Anda dapat mencobanya. Sebaiknya berikan pada anak berusia di atas 2 tahun. 

    Akupresur

    Teknik ini telah membantu meredakan mual. Akupresur yang memberi tekanan pada satu bagian tubuh untuk membawa perubahan di bagian tubuh yang lain. Ini mirip dengan metode akupunktur Tiongkok kuno. Untuk meredakan mual pada anak, gunakan jari tengah dan telunjuk untuk menekan alur antara dua tendon besar di bagian dalam pergelangan tangannya yang dimulai dari telapak tangannya.

    Kapan harus mengdatangi dokter

    Ada beberapa hal yang membuat orang tua perlu segera membawa anak untuk memeroleh bantuan medis, yaitu: 

    • Berusia di bawah 12 minggu dan muntah lebih dari satu kali
    • Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, atau Anda curiga mereka makan atau minum racun
    • Bertindak bingun, demam tinggi, sakit kepala, ruam, leher kaku, atau sakit perut
    • Ada bercak darah atau empedu di muntahnya, atau Anda mengira mereka mungkin menderita radang usus buntu
    • Sulit untuk bangun, terlihat sakit, muntah lebih dari 8 jam, atau jika Anda merasa khawatir.




    (YDH)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id