Amankah Mengonsumsi Antidepresan Ketika Sedang Hamil?

    Raka Lestari - 10 Agustus 2020 18:10 WIB
    Amankah Mengonsumsi Antidepresan Ketika Sedang Hamil?
    Ilustrasi-Freepik
    Jakarta: Obat-obatan antidepresan biasanya digunakan untuk mengatasi gangguan depresi. Selama didapatkan melalui resep dokter, mengonsumsi antidepresan seharusnya aman.

    Lalu, bagaimana jika wanita hamil mengalami gejala depresi dan membutuhkan obat antidepresi tersebut? Apakah aman dikonsumsi?

    Dalam wawancara dengan The List, Zaher Merhi, MD, HCLD, FACOG, pakar kesuburan di New Hope Fertility Center, menjelaskan, depresi selama kehamilan dan gangguan mood lainnya seperti kecemasan dapat berdampak buruk bagi wanita hamil.

    "Dokter kandungan Anda biasanya akan melakukan skrining untuk depresi dan kecemasan setidaknya satu kali selama perawatan kehamilan. Sebanyak 9 persen wanita mungkin akan mengalami depresi selama kehamilannya,” ujar Merhi.

    “Beberapa alasan yang dikaitkan dengan depresi selama kehamilan di antaranya adalah kehamilan yang tidak diinginkan, tidak adanya pasangan dan kurangnya dukungan sosial, riwayat depresi, stres secara keseluruhan, kekerasan dalam rumah tangga, dan masalah ekonomi,” jelas Merhi.

    Menurut Merhi, antidepresan lebih digambarkan sebagai 'spektrum' dibandingkan menentukan itu aman atau tidak. Menurut FDA Amerika Serikat, obat kategori A berarti studi terkontrol tidak menunjukkan risiko pada bayi yang belum lahir.

    Kategori B berarti tidak ada bukti risiko pada manusia, bupropion adalah contohnya. Kebanyakan antidepresan termasuk dalam kategori C, di mana risiko tidak dapat dikesampingkan.

    “Calon ibu yang mengonsumsi obat-obatan antidepresan ini sebaiknya melakukan diskusi terlebih dahulu dengan dokter kandungan mereka mengenai kondisinya, untuk menentukan pro dan kontra jika mengonsumsi obat-obatan antidepresan tersebut. Jika ingin pilihan yang lebih aman, bisa juga memilih terapi non-medis untuk risiko yang lebih rendah,” tambah Merhi.

    Menurut Merhi, berdasarkan tingkat keparahan dari masalah kesehatan mental yang dialami tersebut sebaiknya penyedia kesehatan bisa memutuskan apakah penggunaan obat antidepresan dan penstabil suasana hati layak untuk diberikan. Tentunya dengan menimbang risiko atau efek samping yang mungkin terjadi.

    “Sebagai contoh, jika seorang wanita hamil secara verbal mengungkapkan ingin melakukan percobaan bunuh diri, maka sangat penting untuk dirinya mendapatkan obat-obatan dan mungkin bisa dilakukan perawatan di rumah sakit untuk dilakukan observasi,” kata Merhi.

    Beberapa intervensi non-medis yang mungkin bisa membantu mengatasi depresi pada wanita hamil, menurut Merhi di antaranya adalah melakukan meditasi, yoga, berolahraga, mengonsumsi makan sehat, dan mengonsumsi suplemen tambahan.

    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id