4 Kondisi Ibu Hamil Dilarang Melakukan Hubungan Seksual

    Raka Lestari - 11 Agustus 2020 18:05 WIB
    4 Kondisi Ibu Hamil Dilarang Melakukan Hubungan Seksual
    Ilustrasi-Freepik
    Jakarta: Banyak wanita yang mungkin merasa ragu untuk melakukan hubungan seksual pada masa kehamilannya. Padahal sebenarnya, melakukan hubungan seksual pada saat kehamilan cenderung aman. Asalkan memperhatikan kapan saja waktu yang aman untuk melakukan hubungan seksual.

    Menurut dokter OBGYN, Lakeisha Richardson, melakukan hubungan seksual pada usia kehamilan berapapun cenderung aman, kecuali jika memang ada komplikasi yang dialami. WebMD mencatat bahwa, bayi Anda dilindungi oleh perut dan dinding otot rahim, serta cairan kantung ketuban. Sehingga aman jika melakukan hubungan seksual.

    Kendati begitu, ada beberapa kondisi di mana Anda tak boleh melakukan hubungan seks saat hamil. Di antaranya:

    1. Ketuban pecah

    Jika ketuban Anda pecah, Anda sebaiknya tidak berhubungan seks. Menurut Mayo Clinic, setelah air ketuban Anda pecah, jika ada sesuatu yang dimasukkan ke dalam vagina, maka hal itu dapat terkena paparan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi.

    Dr Richardson juga menambahkan bahwa wanita hamil tidak boleh melakukan hubungan seksual jika mereka mengalami ketuban pecah dini, persalinan prematur, atau plasenta previa / plasenta letak rendah atau jika dia mengalami cervical cerclage.

    2. Placenta previa

    Dokter OBGYN, Idries Abdur-Rahman mengatakan kepada Romper bahwa, placenta previa adalah suatu kondisi di mana plasenta menutupi leher rahim Anda. Dan ini lebih sering terjadi pada wanita yang sebelumnya pernah memiliki bayi.

    Selain itu kondisi tersebut bisa terjadi jika wanita memiliki jaringan parut rahim dari operasi sebelumnya (termasuk operasi caesar, pengangkatan fibroid rahim, dan kuretase), mengandung lebih dari satu janin, berusia 35 tahun atau lebih, atau memiliki plasenta previa pada kehamilan sebelumnya.

    3. Pelvic rest

    Selain itu, jika Anda mengalami kondisi pelvic rest, sebaiknya tidak boleh melakukan hubungan seksual dulu. Alasan paling umum ibu hamil ditempatkan dalam keadaan pelvic rest adalah pendarahan selama kehamilan.

    "Jika wanita mengalami pendarahan pada trimester pertama, mereka harus berada dalam kondisi pelvic rest, sampai pendarahan tersebut mereda dan sudah melewati trimester pertama,” kata Abdur-Rahman.

    “Juga, wanita hamil yang mengalami persalinan prematur, ketuban pecah dini, atau pendarahan pada trimester kedua atau ketiga, harus melakukan pelvic rest sampai melahirkan,” tambah Abdur-Rahman.

    4. Memiliki pre-eklamsia

    Wanita tidak boleh melakukan hubungan seksual saat hamil jika memiliki pre-eklamsia. Atau jika Anda mengalami kembar tiga (atau lebih) dalam beberapa kasus.

    (FIR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id