Benarkah Tidur Telentang usai Bercinta Lebih Cepat Hamil?

    Anda Nurlaila - 21 Februari 2020 19:14 WIB
    Benarkah Tidur Telentang usai Bercinta Lebih Cepat Hamil?
    Tidur telentang selama prosedur inseminasi memang meningkatkan peluang kehamilan. Tetapi apakah hal yang sama berlaku pada hubungan seksual? (Foto: Ilustrasi Pexels)
    Jakarta: Bagi pasangan yang mengharapkan kehadiran anak, salah satu saran yang paling populer adalah tetap berbaring setelah hubungan seks. Harapannya, posisi berbaring telentang membuat lebih mudah hamil.

    Sejauh ini, tidak ada penelitian ilmiah tantang seks yang mendukung klaim tersebut. Namun, ada penelitian tentang perawatan kesuburan inseminasi intrauterin (atau IUI).

    Selama perawatan IUI, sperma yang dicuci secara khusus dipindahkan langsung ke rahim wanita melalui serviks melalui kateter (alat berupa tabung kecil yang fleksibel) tipis. Dalam satu penelitian, para peneliti ingin tahu apakah perawatan IUI akan lebih efektif jika wanita tetap telentang selama 15 menit setelah prosedur.

    Dilansir Verywell Family, para peneliti menemukan bahwa wanita yang tetap telentang selama 15 menit setelah transfer sperma memiliki tingkat kehamilan 27 persen setelah tiga siklus. Para wanita yang langsung bangun usai prosedur memiliki peluang kehamilan 18 persen setelah tiga siklus.

    Tidur telentang selama prosedur inseminasi memang meningkatkan peluang kehamilan. Tetapi apakah hal yang sama berlaku pada hubungan seksual? tidak ada jawaban ilmiah untuk ini.

    Benarkah Tidur Telentang usai Bercinta Lebih Cepat Hamil?
    Studi ini menegaskan tidak masalah jika Anda perlu ke kamar kecil usai bercinta. Sebab Anda tidak akan merusak peluang konsepsi Anda. (Foto: Ilustrasi Pexels)
     

    Durasi telentang

    Tidak ada penelitian tentang hubungan seksual yang menemukan manfaat tidur telentang. Namun sebuah studi terhadap 396 pasangan yang menjalani program inseminasi buatan untuk infertilitas faktor pria, masalah serviks, atau infertilitas yang tidak dapat dijelaskan secara acak dimasukkan ke kelompok "istirahat" pasca-IUI. Wanita diminta tetap tidur telentang selama 5 menit, 10 menit, atau 20 menit setelah inseminasi.

    Dalam studi khusus ini, tingkat kehamilan klinis secara dramatis berbeda antara kelompok 5 dan 10 menit.

    Tingkat kehamilan klinis per siklus:
    -Sekira 4,5 persen untuk mereka yang tetap tidur telentang selama 5 menit.

    -Sebanyak 15,9 persen untuk mereka yang tetap tidur telentang selama 10 menit.

    -Sebanyak 19,7 persen untuk mereka yang tetap telentang selama 20 menit.

    Perbedaan antara kelompok 10 dan 20 menit tidak dianggap signifikan secara statistik. Oleh karena itu, para peneliti menyarankan wanita tetap berbaring setidaknya 10 menit setelah inseminasi.

    Studi ini menegaskan tidak masalah jika Anda perlu ke kamar kecil usai bercinta. Sebab Anda tidak akan merusak peluang konsepsi Anda.

    Sementara itu, untuk mendeteksi kehamilan menggunakan alat tes kehamilan perlu cukup hormon kehamilan dalam tubuh sebelum tes positif. Agar tidak menyia-nyiakan tes kehamilan, tunggu sampai melewati satu hari tanggal menstruasi untuk mengetes air seni dengan tespek. Jika terlalu awal, Anda mungkin mendapatkan hasil negatif yang palsu, meskipun sebenarnya Anda hamil.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id